|

PUPR Sula Ungkap Penyebab Pembangunan Jembatan di Mangoli Belum Dilaksanakan

Kepaa Dinas PUPR Kepulauan Sula, Rusihan Buamona

Sanana,ReportMalut.com-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Sula mengungkap kendala pembangunan Jembatan Sungai Wai Kafau di Dusun III, Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah, yang kini mengalami kerusakan parah.

Kepala Dinas PUPR Kepulauan Sula, Rusihan Buamona saat di konfirmasi via WhatsApp mengatakan, jembatan tersebut telah ditinjau langsung oleh Dandim 1510/Sula bersama Wakil Bupati Kepulauan Sula, M. Saleh Marasabessy.

Menurut Rusihan, awalnya pembangunan jembatan direncanakan dikerjakan melalui kolaborasi Pemerintah Daerah dan Kodim 1510/Sula. Namun, anggaran yang tersedia dari TNI dinilai tidak mencukupi.

"Setelah kami dari Dinas PU melakukan perhitungan berdasarkan perencanaan, kebutuhan anggaran untuk pembangunan jembatan itu minimal sekitar Rp700 juta hingga Rp800 juta. Jadi anggaran dari TNI belum cukup," kata Rusihan saat dikonfirmasi Minggu (19/07/2026)

Ia menjelaskan, pembangunan sebenarnya ditargetkan dimulai pada 2026. Namun, rencana tersebut terpaksa ditunda karena pemerintah daerah masih menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.

"Rencananya memang tahun ini, tetapi karena terkendala anggaran, kami targetkan kembali tahun depan apabila kondisi keuangan daerah sudah normal,"Ziban sapaan akrabnya.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 sebenarnya telah tersedia alokasi anggaran. Namun, proyek tersebut gagal dilaksanakan karena terjadi kesalahan penulisan nama kegiatan.

"Kalau tidak salah pada 2024 pernah dianggarkan. Tetapi saat itu yang tertulis dalam dokumen kegiatan adalah pembangunan tambatan perahu, bukan rehabilitasi jembatan. Akibatnya pekerjaan tidak bisa dilaksanakan." Terangnya.

Meski demikian, Rusihan menegaskan Pemerintah Kabupaten  Sula tetap berkomitmen membangun infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, Jembatan Wai Kafau merupakan akses vital bagi warga Desa Mangoli maupun masyarakat dari desa-desa lain yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

"Kalau tidak terkendala anggaran tentu tetap akan kami bangun. Nanti akan kami kaji kembali apakah dilakukan pembangunan baru atau rehabilitasi, setelah kondisi jembatan ditinjau lagi," pungkasnya menutupi.(IB).

Komentar

Berita Terkini