|

PUISI | Kembalikan Hijau Desaku "PENCURI".


Oleh: Nurjanah Buamona
__________________________

Sembuhkan sunyi dari desaku
Desaku hilang ramai
Pergi tanpa pamit.

Kau pencuri, tidakkah kau kasihani penghuni desaku?
Kau mengambil keramaian itu dari desaku dan malah kau tinggalkan musik-musik robot yang risih itu pada desaku, yang indah hijaunya.

Kau coklatkan hijau desaku.
Di mana hatimu?

Jangan ambil keramaian desaku sebab ada jiwa yang hidup untuk menghidupi jiwa dengan kehijauan desaku itu.

Aku ingin
Desaku tetap hijau dan bukan coklat,
Yang terdengar kicauan burung bukan suara mesin itu.

Kau tau?
Di kala lembayan senja menghantarkan sinarnya di ujung cakrawala desaku, terkibas warna warni senja, warna warni pelangi setelah hujan redah.

Tapi kau malah merebut pelangi itu, senja itu, hijau itu dan kicauan burung itu pada desaku.

Kau jahat, Kau hilangkan embun yang hingap di dedaunan desaku pada waktu pagi.

Di mana hijau desaku
Di mana kicauan burung burung di desaku
Di mana lagi embun embun pagi yang ada di dedaunan desaku.

Hilang...
Ya, hilang di jari jari besi dan tangan pencuri itu.

Kau
Pencuri hijau desaku.....
Komentar

Berita Terkini