|


HMI Cabang Tidore Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

Mahasiswa galang dana korban gempa NTT

Tidore, Reportmalut.com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tidore Kepulauan menunjukkan kepeduliannya terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menggelar aksi penggalangan dana. Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung di kawasan perempatan Lampu Merah Pasar Sarimalaha, Kota Tidore Kepulauan, Selasa (25/8/2026).


Penggalangan dana ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi sejak Sabtu (15/8/2026).


Berdasarkan data BNPB per 24 Agustus 2026 yang disampaikan dalam aksi tersebut, gempa menyebabkan 100 orang meninggal dunia, 1.603 orang mengalami luka-luka, 73.818 unit rumah rusak, serta 180.327 warga terpaksa mengungsi. Kondisi tersebut semakin berat dengan terjadinya ribuan gempa susulan yang tercatat oleh BMKG.


Sejumlah wilayah mengalami dampak cukup parah, di antaranya Kabupaten Manggarai dengan 31 korban meninggal dunia dan Manggarai Timur dengan 30 korban jiwa serta 643 warga mengalami luka-luka. Sementara itu, Kabupaten Nagekeo yang menjadi salah satu wilayah terdampak juga menghadapi kondisi sulit karena sejumlah warga masih terisolasi di wilayah perbukitan dan membutuhkan bantuan.


Merespons kondisi tersebut, belasan kader HMI Cabang Tidore turun langsung ke jalan untuk mengajak masyarakat ikut berdonasi. Mereka menyasar para pengguna jalan, pengendara bentor, maupun pedagang   yang berada di sekitar Pasar Sarimalaha.


Ketua Umum HMI Cabang Tidore Kepulauan, Aldi Rizaldi Daud, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus implementasi nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial.


“Duka Flores adalah duka kita bersama, duka NTT adalah duka Tidore. Jarak geografis antara Pulau Tidore dan Pulau Flores memang dipisahkan oleh lautan luas, namun nilai-nilai keislaman, rasa kemanusiaan, dan ikatan kebangsaan tidak akan pernah dipisahkan oleh samudra,” ujar Aldi.

Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana tidak harus menunggu bantuan dalam jumlah besar. Hal kecil yang diberikan dengan keikhlasan juga dapat menjadi bentuk nyata solidaritas.


“Jika saudara kita di Flores menangis, maka kita di Tidore harus hadir dengan empati. Membantu mereka yang sedang tertimpa musibah adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab kemanusiaan,” tambahnya.


Koordinator Aksi Penggalangan Dana, Riski Basir, menilai solidaritas masyarakat merupakan kekuatan penting dalam membantu korban bencana.


“Ketika bencana melanda, kekuatan terbesar lahir dari solidaritas rakyat bantu rakyat. Kita tidak perlu menunggu bantuan besar untuk mulai bergerak. Seribu rupiah dari abang bentor, dua ribu rupiah dari pedagang, atau lima ribu rupiah dari pengendara yang melintas, jika dikumpulkan atas nama kemanusiaan, akan menjadi bantuan yang berarti bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” tegas Riski.


Ia menjelaskan, dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat Tidore kemudian dikumpulkan dan disalurkan melalui jaringan HMI di NTT.


Pada Rabu (26/8/2026), hasil penggalangan dana tersebut telah dikirimkan kepada Pengurus HMI di NTT untuk disalirkan kepada masyarakat yang terdampak bencana.


HMI Cabang Tidore berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban sekaligus menjadi pengingat bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah.


Aksi tersebut juga menjadi bentuk nyata bahwa masyarakat Tidore turut merasakan duka yang dialami saudara-saudara mereka di NTT, meski dipisahkan oleh jarak dan lautan.

Komentar

Berita Terkini