Sanana, reportmalut.com – Polemik penonaktifan Kepala Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, terus menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya mengungkap sejumlah persoalan dalam rapat bersama warga dan pemerintah desa, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, Masmina Ali, kembali menyampaikan dugaan adanya campur tangan pihak luar dalam penyelesaian polemik tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Masmina kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2026), seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kepulauan Sula yang batal dilaksanakan karena pihak-pihak yang diundang tidak menghadiri rapat.
"Padahal surat undangan sudah kami kirim secara resmi, namun mereka tidak hadir. Hingga saat ini kami belum mengetahui alasan pasti ketidakhadiran mereka," kata Masmina.
Menurut Masmina, dalam berbagai upaya penyelesaian persoalan Desa Wailoba, muncul informasi yang mengarah pada dugaan adanya kepentingan tertentu. Ia bahkan mengutip pernyataan yang menurutnya pernah disampaikan dalam pembahasan terkait polemik tersebut.
"Paling jelek pun kita panggil Armin ke sini. Setiap kali pencairan dana, dia minta berapa?" ujar Masmina, mengutip pernyataan yang disebutnya pernah didengar.
Masmina juga mengutip pernyataan Sekretaris DPRD Kabupaten Kepulauan Sula yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan. Menurutnya, Sekwan pernah menyampaikan bahwa Armin Soamole diduga menjadikan keponakannya sebagai "ATM berjalan".
"Riki bahkan menjadikan keponakannya sebagai ATM berjalan," kata Masmina, mengutip pernyataan yang menurutnya disampaikan Sekretaris DPRD.
Masmina menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikannya merupakan bagian dari informasi yang diperoleh selama proses penanganan persoalan Desa Wailoba.
"Kami tidak berbohong. Kami sudah sangat sakit hati karena terus dituduh masyarakat hanya datang membawa janji. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin, bahkan kalau perlu mencium tangan Armin pun kami lakukan, yang penting semua pihak mau duduk bersama menyelesaikan persoalan ini," ujarnya.
Selain itu, Masmina menduga terdapat kepentingan lain yang menyebabkan proses penyelesaian polemik Desa Wailoba berjalan lambat. Ia menyebut Armin Soamole diduga menginginkan istrinya yang kini menjabat sebagai Sekretaris Desa Wailoba diangkat sebagai Penjabat (Pj) Kepala Desa.
"Kondisi yang ada sudah rusak, masa mau diganti dengan yang juga berpotensi merusak lagi?" ucapnya.
Hingga berita ini diterbitkan redaksi, Armin Soamole belum memberikan tanggapan atas pernyataan yang disampaikan Masmina Ali.
