|

Dr. Muammil Sun'an : Rupiah Melemah Akibat Kebijakan Trump dan Federal Reserve (BI Amerika)



Dr. Muammil Sun'an SE., M.P., M.AP

 Reportmalut-(06/09). Lemahnya mata uang Rupiah terhadap Dollar AS yang menyentuh level Rp 15.000 mendapat pehatian dari berbagai kalangan. Salah satunya dari pakar ekonomi sekaligus Dosen Universitas Khairun Ternate Dr. Muammil Sun'an SE., M.P., M.AP.


Kepada wartawan Dr. Muammil Sun'an menjelaskan bahwa " Kenaikan dollar terhadap Rupiah tidak berpengaruh signifikan terhadap masyarakat, akan tetapi akan berpengaruh besar pada industri yang menggunakan bahan baku impor. Industri yang menggunakan bahan baku impor akan terganggu produksinya dan berdampak pada penurunan penerimaan, serta berdampak  pada konsumsi masyarakat  berkurang utamanya pada produk impor karena mahal".

Lanjutnya " faktor yang mempengaruhi lemahnya rupiah terhadap dolar di karenakan adanya kebijakan Trump dan federal reserve (BI Amerika) dalam menaikkan suku bunga. Selain itu impor Indonesia beberapa tahun terakhir terus meningkat sehingga mengakibatkan cadangan Valas berkurang hal ini juga tidak seimbang dengan penerimaan negara salah satunya lewat kegiatan  ekspor yang rendah serta kebanyakan bahan baku dan setengah jadi. Sementara kebijakan APBN juga tidak ada sinkronisasi dengan kebijakan moneter dalam mengatasi pelemahan mata uang"

Implikasi naiknya harga dollar dalam jangka pendek kepada wartawan beliau menjelaskan bahwa naiknya harga dollar akan meningkatkan ekspor dalam negeri karena harga murah bahan baku menjadi murah sehingga demand di pasar luar negeri akan meningkat terhadap produk kita. maka, dalam waktu dekat untuk menekan depresi mata uang dollar terhadap amerika harus disikapi oleh pemerintah  dengan menekan impor khusunya bahan baku industri domestik serta pemerintah wajib mendorong industri lokal agar memproduksi barang - barang yang bernilai tambah besar (vallue added) dan menurunkan tarif impo. Tutup Dr. Muammil Sun'an (Fy)***


Komentar

Berita Terkini