|

PUISI | Ku Ikhlaskan Dia Demi Dia


Oleh: Nurjana Buamona
___________________________

Tuan....
Yang senyumnya tak pernah luput dari ingatanku.

Jangan...
Jangan biarkan aku di hujani air mata kehilangan tanpa pernah berniat memberikan pelangi pada setiap luka yang tak berkesudahan.

Kau tau tuan?
Bahwa pelangi yang kau ciptakan, kau beri juga pada pelihat yang lain, itu sangat menyayat hati kecil merah yang ada pada ku ini.

Nyatanya sulit aku menerima bahwa kau tak lagi bersamaku.
Mungkin benar, tak hanya aku yang menyisipkan namamu dalam do'a kepada-NYA.

Apakah mungkin kau ragu dengan cintaku yang terkadang bergumpal kabut hitam dan terkadang berwarnah putih.

Tapi bukankah kau tau bahwa pergimu adalah ketakutan dan kelumpuhanku.

Tuan...
Bukan siapa yang tercantik atau terpandai melainkan memiliki cinta paling melimpah untukmu, yang menyingkirkan keinginan hatinya sendiri demi tidak menyusahkanmu.

Karena aku tau bahwa usaha hati dalam bentuk komunikasi lewat do'a do'a adalah yang terbaik.
Komentar

Berita Terkini