-->
    |



Terima Kunjungan Jou Sultan Tidore, Warga Bobo Minta Meluruskan Sejarah “Kampung Bobo”


Tidore - Jou Sultan Tidore, Husain Syah,  melakukan kunjungan adat ke Kelurahan Bobo, Kota Tidore Kepulauan dalan rangka Carita Gam (Cerita Rakyat) bersama dengan warga. Senin (26/20)

Amatan Reportmalut.com, kunjungan sultan ke Kelurahan Bobo di sambut dengan antusias oleh segenap marsyarakat walaupun tanpa upacara atau acara seremoni kunjungan adat

Mengawali sambutan, Sultan Tidore Husain Syah, menyampaikan pesan-pesan kebaikan yang merupakan bagian dari falsafah adat se-aturan yang harus dipegang teguh, dirawat dan dijaga dengan baik.

“Mari, kita jaga ikatan serta hubungan kekeluargaan secara adat dan budaya Tidore, tanpa membedakan satu sama lain. Jangan berkecil hati, kita hadapi semua hal ini dengan lapang dada, sehingga mendapat manfaat yang lebih besar lagi” pesan Sultan pada pembukaan Bacarita Gam.

Sultan Tidore juga mengajak seluruh warga Bobo menjaga berbagai tradisi yang ada dan hampir sebagian besarnya akan punah. Liliyan adalah salah satu dari sekian banyak tradisi tersebut.

“Mari kita sama-sama menjaga tradisi adat dan istiadat Tidore, menjaga dan merawat berbagai tradisi. Jangan sampai tradisi ini mati dengan sendirinya. Liliyan merupakan satu dari sekian banyak tradisi yang harus kita jaga sama-sama” ajak Sultan.


Imran Husen, Ketua Pemuda Kelurahan Bobo saat di konfirmasi Reportmalut.com usai acara Bacarita Gam menyampaikan, tujuan kunjungan Bacarita Gam ini sebagai langkah mempererat hubungan secara adat Jou Sultan dan warganya di Kelurahan Bobo.

“Bacarita Gam, bertujuan merawat serta mempererat tali silaturahmi dan mempertegas hubungan antar masyarakat adat dan Kesultanan Tidore” Ujarnya.

Selain itu, ada juga beberapa hal, lanjut Im (sapaan akrab Imran Husen. Red) yang telah disampaikan yang mewakili masyarakat kepada Jou Sultan Tidore dengan harapan mendapat kebijaksanaannya dalam hal itu. 

"Kami ucap syukur dofu-dofu, dengan kehadiran Jou Sultan Tidore merupakan bentuk komitmen secara adat. Beliau mendatangi kami setelah berjumpa beberapa waktu lalu dalam penyelesaian masalah rasis yang kemudian merujuk ke privasi harga diri kampung kami" ungkapnya.

Terpisah, Alifan Kene, Tokoh Muda masyarakat Kelurahan Bobo juga menyampaikan beberapa hal yang menurutnya merupakan hal penting dan bentuk keresahan masyarakat yang telah berpuluh tahun dirasakan hingga kini.

“Mewakili warga bobo, dalam kesempatan ini menyampaikan kepada Jou Sultan Tidore untuk mempertegas, memperjelas indentitas dan sejarah kampung bobo. Karena, selama ini menjadi keresahan secara kolektif yang kami rasakan, dan bahkan tindakan rasisme ini sangat-sangat melukai psikis kami” katanya

Alfian berharap agar ada kebijaksanaan dari  Sultan Tidore untuk mempertegas status sebagai masyarakat adat di Kesultanan Tidore dan juga meluruskan sejarah kampung bobo yang masih simpang siur.

“Kebanggaan dan satu kehormatan kami warga bobo sampaikan. Meskipun dengan keterbatasan waktu yang singkat dari kunjungan ini, Jou Sultan Tidore dapat mendengar langsung  apa yang menjadi keresahan yang menekan psikologi dari beberapa lapis generasi kami hingga saat ini” tutupnya

Usai acara kunjungan Bacarita Gam oleh Jou Sultan Tidore dengan warga bobo, dilanjutkan dengan minum kopi bersama dan mencicipi hidangan tradisional ala adat Tidore. (Bbs)




Komentar

Berita Terkini