-->
    |

Rincian Anggaran Covid-19 Senilai Rp 34 M yang Dikelola 6 Mantan OPD

Reportmalut.com – Pemda Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara dimasa Pemerintahan Bupati Hednrata Thes dan Zulfahri Abdula Duwila (HT-Zadi) telah merefocusing anggaran Covid-19 sebesar Rp 35 Miliar bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2020, dan Realisasi pengunaannya sebesar Rp 34.361.118.248 

Berdasarkan data rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kepulauan Sula, yang dikantongi media ini Sabtu (15/10/2022) menyebutkan, anggaran sebesar Rp 34.361.118.248 dikelola enam (6) Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

6 OPD tersebut masing-masing sebagai berikut:

  1. Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan Pagu Anggaran sebesar Rp 4.002.032.400
  2. Dinas kesehatan dengan Pagu Anggaran sebesar Rp 5.956.085.100 
  3. Rumah sakit umum daerah, dengan nilai pagu sebesar Rp 13.132.378.888 
  4. Dinas Ketahanan Pangan, dengan pagu Anggaran, sebesar rp. 2.000.000.000 
  5. Dinas perindustrian dan koperasi dengan Pagu Anggaran sebesar, rp. 1.098. 857.000 dan,
  6. Dinas Sosial dengan Pagu Anggaran sebesar Rp 6. 399.999.800 yang diperuntukan pada 3 aspek yaitu kesehatan, dampak ekonomi dan jaring pengamanan sosial.
Tetapi selama kegiatan pansus, ditemukan hal-hal yang dinilai menghambat kinerja dan percepatan kerja pansus diantaranya, ada beberapa mantan Kepala OPD tidak patuh menghadiri undangan pansus, adanya perbedaan pelaporan.

Sementara temuan Pansus Covid TA 2020 sebagai berikut :

  1. Pansus Covid-19 DPRD Sula menemukan berita acara penyerahan Alat Pelindung Diri (APD) di 13 Puskesmas tidak ada tanda tangan dari pihak Puskesmas. Meski demikian, APD dengan anggaran sebesar Rp 2. 696.168.400 telah teralisasi 100 persen.
  2. Belanja pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) khusus untuk dinas kesehatan dengan nilai Rp700.209.200, terealisasi 100 persen, namun pansus melakukan monitoring di lapangan, pansus menemukan tidak sesuai dengan fakta.
  3. Belanja pengadaan masker pada dinas kesehatan dengan nilai Rp375.000.000 yang realisasinya100%.
  4. Perlengkapan ruang isolasi rawat inap pada dinas kesehatan, yakin, Springbet 94 bua, Dispenser 52 buah, Kipas angin 92 buah, Mesin cuci 2 buah, parabola k vision 2 buah dengan biaya pemasangan, Resiver parabola 8 buah; dan Tv led 22 inci 30 buah. Pansus meminta kepada Bupati kepulauan Sula untuk dapat memerintahkan kepada oknum-oknum yang sudah mengambil sebagian barang - barang tersebut agar dikembalikan.
  5. Dana bantuan Operasinal kesehatan, pansus berharap agar dana BOK untuk seluruh puskesmas tidak lagi dilakukan recofusing, jika terpaksa dilakukan harus melibatkan seluruh kepala puskesmas untuk membicarakan refocusing dana BOK tersebut dan pansus berharap agar refocusing untuk bantuan operasional kesehatan (BOK) tidak lebih dari 5 %
  6. Penyediaan Pemulasaran Jenasah dan Pengurusan Jenasah pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan nilai anggaran sebesar Rp 55.000.000 dan realisasi sebesar Rp 53.000.000 atau 96%. Namun setelah pansus melakukan penelusuran ternyata tidak sesuai kenyataan dengan pihak yang terlibat dalam penyediaan pemulasaran dan pengurusan jenasah.
  7. Belanja Alat Kesehatan Penanganan Covid 19, pada RSUD Sanana, dengan nilai anggaran sebesar Rp 4.203.274.883 dengan realisasinya 100%.
  8. Penyediaan obat-obatan pada rumah sakit umum daerah, dengan nilai anggaran sebesar Rp 600.000.000 sementara pada saat itu adanya kelangkaan obat. 
  9. Penyediaan Ruang Isolasi Rawat Inap dan perlengkapannya pada rumah sakit umum daerah, dengan nilai sebesar Rp 86.250.000 realisasinya 96,42%, sesuai hasil tinjauan pansus ke ruang isolasi ditemukan ketidaksesuain stok barang yang dibelanjakan dengan realisasi anggaran. 
  10. Pembangunan Gedung Laboratorium Covid-19 pada RSUD Sula dengan nilai anggaran sebesar Rp1.111.134.669 yang realisasinya sudah 100%. Namun setelah Pansus melakukan peninjauan langsung ke lokasi, pansus menemukan adanya sebagian plafon yang sudah jatuh dan,
  11. Meminta kepada aparat penegak hukum untuk memanggil saudara Andika Pratama (*)

Komentar

Berita Terkini