![]() |
Jubir Pasangan MARI-YO, M. Rifai Darus |
Jayapura, reportmalut.com- Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 2, Mathius D. Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (MDF–AR), mengapresiasi hasil survei terbaru yang dirilis oleh Jakarta Survey Institute (JSI), yang menempatkan mereka sebagai kandidat dengan tingkat elektabilitas tertinggi menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Papua 2025.
Dalam survei yang dipublikasikan akhir pekan lalu, pasangan MDF–AR meraih 41,3 persen dukungan, sedikit lebih tinggi dari pasangan pesaing utama yang memperoleh 38,4 persen. Sementara itu, lebih dari 20 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan.
Juru Bicara MARI-YO, Muhammad Rifai Darus, menyebut hasil ini bukan sekadar angka, melainkan cermin dari harapan rakyat Papua terhadap perubahan yang adil, bersih, dan menyeluruh.
“Kami memaknai hasil survei ini sebagai cermin denyut hati rakyat Papua dari pesisir, lembah, hingga pegunungan yang menginginkan kepemimpinan yang hadir, mendengar, dan bekerja untuk semua,” ujar Rifai dalam pernyataan resminya di Jayapura, Rabu(23/7/2025).
Menurutnya, keunggulan tipis itu bukan alasan untuk merasa puas. Justru menjadi pengingat agar tim MDF–AR terus bergerak dan menyapa rakyat Papua dengan hati terbuka.
“Lebih dari 20 persen pemilih belum menentukan sikap. Itu ruang aspirasi yang masih hidup. Kami akan datang kepada mereka bukan hanya dengan program, tapi dengan ketulusan,” ucapnya.
Rifai juga mengungkapkan bahwa hasil survei internal tim MDF–AR menunjukkan selisih elektabilitas yang jauh lebih besar dibanding hasil JSI. Namun ia menegaskan bahwa keunggulan itu tidak membuat mereka lengah.
“Survei internal kami mencatat angka yang lebih tinggi dan di luar margin of error. Tapi itu bukan alasan untuk terlena. Kami justru semakin rendah hati dan siap kerja lebih keras,” katanya.
Pasangan MDF–AR atau lebih dikenal MARI-YO, lanjut Rifai, tetap berkomitmen menjaga kualitas demokrasi di Papua dengan kampanye yang damai, bermartabat, dan penuh semangat persaudaraan. Ia mengajak semua pihak, termasuk pasangan calon lain, untuk bersama-sama memastikan PSU berjalan adil dan aman.
“Mari kita jaga demokrasi ini dengan semangat kebersamaan. Demokrasi Papua harus menjadi contoh bukan karena kerasnya pertarungan, tapi karena dewasanya pilihan,” tutupnya.
Dengan tagar kampanye #PapuaDamai, #MDFAR2025, dan #RakyatMenentukan, pasangan MDF–AR menegaskan komitmen mereka membangun Papua dari bawah, bersama rakyat.