Sanana, reportmalut.com — Pemerintah Desa (Pemdes) bersama warga Desa Fatkauyon, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, bergotong royong menyambut pelaksanaan kegiatan budaya Gabalil Hai Sua 2026.
Kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Desa Fatkauyon menjadi salah satu titik persinggahan penting bagi ratusan peserta yang akan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Menjelang pelaksanaan pada Mei 2026, warga bersama pemuda dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melakukan kerja bakti membersihkan dan menata kawasan wisata Tanjung Waka.
Semangat gotong royong yang masih terjaga menjadi cerminan kekompakan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus menyambut kedatangan tamu.
Kepala Desa Fatkauyon, Badrun Yoisangadji, mengatakan bahwa persiapan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga citra desa wisata.
“Alhamdulillah, kerja pembersihan bersama pemuda dan Pokdarwis telah selesai. Ini bagian dari komitmen kami menjaga Tanjung Waka sebagai wajah desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, menyambut tamu bukan hanya soal kesiapan fasilitas, tetapi juga menjaga nilai adat, keramahan, serta kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat setempat.
Selain keindahan alam, Tanjung Waka juga memiliki potensi budaya yang kaya, seperti cerita rakyat, tradisi lisan, dan nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Sementara itu, Ketua Panitia Gabalil Hai Sua 2026, H. Faruk Bahnan, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran generasi muda dalam melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
“Kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya Kepulauan Sula kepada peserta dari berbagai daerah,” katanya.(IB)
