|

Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi, BMKG Malut Keluarkan Peringatan Dini


Ternate-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Kelas I Stasiun Babullah Ternate mengeluarkan peringatan dini terhadap gelombang tinggi. Peringatan tersebut berlaku dari 17 Januari 2019 sampai 19 Januari 2019.

Diketahui, terdapat tekanan rendah (1006 hPa) di wilayah utara pulau Papua sehingga terbentuk pola belokan angin di wilaya timur Maluku Utara. Pola belokan angin tersebut kemudian berdampak pada kondisi cuaca di wilayah Maluku Utara khususnya cura hujan dan kecepatan angin.

"Kecepatan angin yang tinggi dan pertumbuhan awan konventif yang cukup banyak dapat mempengaruhi tinggi gelombang" kata Satria Kridha Nugraha, prakiraan BMKG Malut secara tertulis.

Tinggi gelombang 1,25-2,5 (Moderate Sea) tidak terjadi, sementara untuk tinggi gelombang 2,5-4,0 M (Rough Sea) akan berpeluang terjadi di beberapa titik antara lain di perairan barat Halmahera, perairan timur Halmahera, laut Halmahera, perairan utara Halmahera. Untuk tinggi gelombang 4,0-6,0 (Very Rough Sea) berpeluang terjadi di wilayah perairan samudra pasifik utara Halmahera.

Dari data tersebut, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk memperhatikan resiko keselamatan pelayaran: Perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas 1,25 m). Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dengan tinggi gelombang diatas 1,5 m. Kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang diatas 2,5 m. Kapal ukuran besar seperti kapal kargo/pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang diatas 4,0 m).

"Masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktifitas di perairan wilayah Maluku Utara serta daerah lain khusunya yabg tercantum di dalam daftar peringatan dini, harap mempertimbangkan kondisi tersebut". Pungkas satria. (imha)
Komentar

Berita Terkini