|

Dihadapan Komisi III, PPK Akui Pembangunan Masjid Pohea Bermasalah


SANANA-Pejabat Pembuat Komite (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP), Samsul Soamole, tak berkutik saat di cecar pertanyaan oleh Komisi III DPRD Kepulauan Sula (Kepsul) perihal pembangunan Masjid Pohea. Dirinya bahkan mengakui proyek rumah ibadah yang terletak Kecamatan Sanana Utara itu bermasalah.

Ketua komisi III, Lasidi Leko saat di temui awak media usai pertemuan, Selasa (26/11) mengatakan bahwadalam forum tersebut PPK PUPRPKP mengakui terjadi permasalahan.

Pembangunan Masjid Pohea, kata Lasidi sudah di kerjakan beberapa tahap. Namun, ditemukan masih bermasalah seperti kondisi lantai dua yang rusak dan retak. Padahal, jumlah anggaran yang dialokasikan cukup fantastis  yakni 4 milyar lebih.

"besi yang di gunakan untuk cor lantai dua menggunakan besi beton 10 atau 9,1 mm sehingga membuat lantai dua masjid tergoyang dan retak. " Ungkapnya

Dalam waktu dekat, dirinya juga akan memanggil bagian Kesra untuk mengidentifikasi permasalahan jalannya pembangunan. Pemanggilan bagian Kesra sesuai dengan alasan yang diberikan oleh pihak Dinas PUPR yang beralasan bahwa Bagian Kesra yang menangani perencanaan.

" Iya kami akan panggil bagian Kesra untuk mencari tahu semua proses pekerjaan masjid, " tambah politisi PPB ini.

Sementara Kadis PUPRPKP, M. Moh lutfi menjelaskan, pertemuan dengan Komisi III DPRD Kepsul, akibat struktur bangunan lantai dua di temukan bermasalah. Sehingga, pihaknya akan membentuk tim teknis untuk mengkaji struktur bangunan, apakah ada masalah atau tidak.

"Kami akan bentuk dulu tim teknis untuk mengkaji lantai dua bangunan masjid, " katanya.(KS)
Komentar

Berita Terkini