|

Komisi II DPRD Provinsi Nilai Bangunan Samsat Kepsul Tak Layak


SANANA- Komisi II DPRD Provinsi Maluku Utara menilai bangunan yang di tempati oleh Samsat Kepulauan Sula (Kepsul) sangat tidak layak. Padahal, pendapatan yang dihasilkan oleh Samsat Kepsul sangat luar biasa. Buktinya, di tahun 2019 capaian Samsat mencapai Rp 3.7 Miliar dari target Rp 3.3 milyar.

“Kondisi kantor yang ditempati oleh Samsat Kepsul,  saya lihat sendiri memang sangat tidak layak dipakai. Jadi, saya rasa Samsat yang juga bagian dari unjung tombak ini mendapatkan fasilitasi yang layak ”, kata Anggota Komisi II DPRD Provinsi (Deprov) Malut, Sofyan Daud saat melakukan kunjungan kerja (kuker) di Samsat Kepsul, Selasa (03/12).

Selain penunjang fasilitas, Sofyan mengatakan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) juga perlu dikembangkan. Apalagi, saat ini segala pengurusan yang ada di Samsat sudah menggunakan sistem online.

“Pada kunjungan kali ini, yang saya dapatkan di Samsat Sula, mereka bekerja dengan sangat baik. Target yang mereka capai juga sudah sangat luar biasa. Tadi (kemarin, red) orang-orang di Samsat sangat optimis jika tahun ini mereka bisa capai Rp 4 miliar ”, ujarnya.

Tentu lanjutnya, dia mendengar langsung keluhan yang disampaikan oleh Samsat Kepsul. Selain bangunan kantor, mereka juga berharap adanya pengadaan kendaraan opersional, seperti mobil dan sepeda motor.

“ Yang paling itu sepeda motor. Karena desa-desa di Kepsul jaraknya lumayan jauh. Dan itu membutuhkan kenderaan yang memadai ”, ucap Sofyan.(KS)
Komentar

Berita Terkini