-->
    |



Dugaan Penyelundupan BBM Jenis MITA, Pemilik Pangkalan Najwa dan Pembeli Buka Suara

Ilustrasi BBM

SANANA - Ismail Umanailo, pemilik Pangkalan BBM dengan nama Najwa di Desa Fogi, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, memberikan klarifikasi terkait dugaan penyelundupan BBM jenis minyak tanah (MITA). 

Ismail menjelaskan bahwa kuota BBM MITA yang masuk ke pangkalannya seharusnya untuk konsumen di Desa Fogi, tetapi karena stok menumpuk, ia menjual sebagian kepada konsumen dari luar desa.

"Stok BBM MITA saat ini menumpuk, sehingga saya menjual kepada konsumen dari luar desa Fogi agar cepat habis dan bisa menyetor kepada PT. Sanana Lestari," ujar Ismail. 

Ismail mengakui menjual 2 ton BBM MITA dengan harga Rp45.000/Liter sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), dan sisanya akan dijual ke konsumen lokal.

Namun, Ismail tidak mengetahui apakah pembeli membawa BBM tersebut ke arah Mangoli atau Taliabu. 

Di sisi lain, Acang, salah satu konsumen yang membeli 2 ton minyak tanah di Pangkalan Najwa, membantah melakukan penyelundupan ke Pulau Mangoli atau Pulau Taliabu.

"Minyak tanah yang saya beli itu bukan untuk dijual ulang ke Pulau Mangoli atau Pulau Taliabu, tapi untuk kebutuhan body batang (Longboat) milik saya sendiri," jelas Acang. 

Ia menambahkan bahwa di Kota Sanana, minyak tanah menumpuk, sehingga pembelian bisa dilakukan di berbagai pangkalan dan diperoleh dengan mudah. (NOAH)

Komentar

Berita Terkini