![]() |
| Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Sula, Ismail Soamole saat wawancara media. Doc: Reportmalut.com |
Sanana, Reportmalut.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula akan mendorong Festival Budaya Gabalil Hai Sua (GHS) untuk diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) di tingkat nasional.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sula, Ismail Soamole, mengatakan bahwa proses pengusulan WBTb harus melalui sejumlah tahapan yang ketat.
Oleh karena itu, pihaknya melakukan pemantauan secara intensif sejak pembukaan kegiatan Gabalil Hai Sua hingga di setiap pos perjalanan peserta.
“Gabalil Hai Sua ini akan kita ajukan sebagai Warisan Budaya Tak benda. Prosesnya melalui beberapa tahapan, sehingga sejak pembukaan sampai Pos I dan Pos II, kami terus melakukan pemantauan melalui drone dan dokumentasi lainnya sebagai syarat pengusulan,”Ungkap Ismail kepada wartawan pada Senin (4/5/2026) kemarin.
Ia menjelaskan, apabila masih terdapat kekurangan dalam dokumen pengusulan, pihaknya akan melakukan konsultasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), yang juga memiliki peran penting dalam proses tersebut.
Menurutnya, pengusulan WBTb tidak dapat dilakukan secara mandiri, sehingga Dinas Pariwisata terus memastikan seluruh rangkaian kegiatan Gabalil Hai Sua terdokumentasi dengan baik.
Selain Gabalil Hai Sua, terdapat sejumlah warisan budaya lain dari Kabupaten Kepulauan Sula yang juga akan diusulkan. Namun, saat ini masih dalam antrean untuk diajukan.
“Yang akan diusulkan bukan hanya Gabalil Hai Sua, tetapi ada beberapa warisan budaya lain, totalnya sekitar delapan yang masih dalam antrean,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelumnya sudah ada sejumlah Warisan Budaya Tak benda dari Kabupaten Kepulauan Sula yang telah diakui secara nasional.
“Sebelumnya sudah ada yang diakui secara nasional dan masuk dalam lembaran negara,” pungkasnya menutupi. (IB).
