![]() |
| Kadinkes Kepsul, Fiyanti Buamona |
Sanana,reportmalut.com-Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula mengungkap penyebab kekosongan dokter di sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), di antaranya PKM Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah, dan PKM Kabau, Kecamatan Sulabesi Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sula, Fiyanti Buamona, menjelaskan bahwa dokter yang sebelumnya bertugas di Puskesmas Pohea, Puskesmas Kabau, dan beberapa puskesmas lainnya merupakan dokter Program Nusantara Sehat (NS) dari Kementerian Kesehatan, bukan dokter Aparatur Sipil Negara (ASN) milik Pemerintah Kabupaten Sula.
"Dokter di Puskesmas Pohea dan Puskesmas Kabau itu merupakan dokter Nusantara Sehat dari Kementerian Kesehatan, bukan dokter ASN milik Pemda Sula," kata Fiyanti kepada wartawan Senin (20/07/2026)
Ia menjelaskan, saat ini Puskesmas Waipa memiliki tiga dokter, terdiri dari satu dokter ASN dan dua dokter Nusantara Sehat. Namun, kedua dokter NS tersebut tidak dapat dipindahkan ke puskesmas lain karena penempatannya telah ditentukan berdasarkan lokasi (lokus) yang dipilih saat mendaftar melalui Kementerian Kesehatan.
Menurut Fiyanti, masa kontrak tiga dokter Nusantara Sehat yang bertugas di Kabupaten Sula akan berakhir pada 31 Juli 2026. Setelah kontraknya selesai, mereka akan ditarik kembali oleh Kementerian Kesehatan dan kembali ke daerah asal masing-masing.
"Dokter Nusantara Sehat mendaftar sesuai lokus yang dibuka Kementerian. Kalau lokus di Kabupaten Sula tidak ada yang dipilih oleh peserta, maka tentu tidak akan ada dokter yang ditempatkan di sini," jelasnya.
Fiyanti mengatakan, dokter ASN yang saat ini bertugas di Puskesmas Waipa belum dapat dipindahkan karena beban pelayanan di puskesmas tersebut cukup tinggi. Dalam sehari, jumlah pasien yang dilayani rata-rata mencapai lebih dari 50 orang sehingga membutuhkan lebih dari satu dokter.
Sementara itu, kekosongan dokter di Puskesmas Mangoli telah berlangsung sekitar satu tahun. Menurutnya, sejak masa kepemimpinan kepala dinas sebelumnya telah diajukan usulan penempatan dokter untuk puskesmas tersebut.
"Rencananya, dokter ASN dari Puskesmas Waitina yang memiliki dua dokter akan dipindahkan ke Puskesmas Mangoli. Namun rencana itu batal karena dokter yang bersangkutan lulus seleksi pendidikan dokter spesialis dan telah meninggalkan daerah," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Puskesmas rawat inap di Desa Kabau sebenarnya sempat memiliki dokter Nusantara Sehat. Namun dokter tersebut mengalami kecelakaan hingga mengalami cedera pada tangan dan harus kembali ke daerah asalnya untuk menjalani pemulihan.
Fiyanti mengakui, kekurangan dokter masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Sula. Dari 13 puskesmas yang ada, beberapa di antaranya masih belum memiliki dokter.
"Selain Puskesmas Kabau dan Mangoli, Puskesmas Dofa juga saat ini kosong dokter karena dokter yang bertugas di sana sudah ditarik ke RSUD Sanana,"ungkapnya.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan kini menunggu penempatan dokter Nusantara Sehat periode berikutnya setelah kontrak dokter yang lama berakhir pada 31 Juli 2026.
"Kami hanya bisa menunggu. Kalau Kementerian membuka lokus untuk Kabupaten Sula dan ada dokter yang mendaftar, maka akan ada penempatan dokter di daerah ini. Di sisi lain, kami juga terus mengusulkan agar puskesmas yang kosong dokter mendapat prioritas,"katanya.
Fiyanti berharap Kementerian Kesehatan memberikan perhatian khusus terhadap krisis tenaga dokter di Kabupaten Kepulauan Sula, mengingat kondisi geografis daerah kepulauan membuat kebutuhan layanan kesehatan menjadi sangat penting.
"Harapan kami, permasalahan kekosongan dokter di Kabupaten Sula mendapat perhatian dari Kementerian Kesehatan agar kebutuhan tenaga dokter di puskesmas dapat segera terpenuhi dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," tutupnya(IB).
