|

Siti Nurfitriana: Munaskoh sebagai ajang Pertarungan Ide-Ide pengkaderan KOHATI.




Jakarta, Reportmalut.Com(3/2). -Korps HMI Wati (KOHATI), selain sebagai salah satu bidang keperempuan di internal organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), KOHATI juga merupakan salah satu organisasi perempuan di bangsa ini yang ketika ditinjau dari tahun berdirinya, bukanlah sesuatu yang baru karena sejak 1966 hingga 2018, Kohati telah memberikan begitu banyak sumbangsi bagi kemajuan bangsa.

"Memang, situasinya telah berbeda antar tahun KOHATI di dirikan dengan tahun sekarang yang justru persoalannya semakin meng-global". ungkap Siti Nurfitriana, yang juga sebagai kandidat Ketua Umum KOHATI PB 2018-2020, kepada awak media.

Tentunya, Hal ini memicu Konsentrasi serta semangat KOHATI kekinian untuk lebih cenderung mengasah pengetahuan, menyiapkan mental dan menanamkan prinsip untuk terus mengabdi kepada lembaga serta dapat mengawal berbagai problematika bangsa terutama, problem sosial yang berkaitan dengan kondisi perempuan dan anak, lanjut Fitri sapaan Akrab wanita Asal lampung yang masih aktif menduduki Kursi Wabendum KOHATI PB HMI 2016-2018.

Untuk itu, momentum Musyawarah NASIONAL KOHATI adalah panggung perpolitikan bagi kader KOHATI, akan tetapi tidak bisa kita secara ansich memaknai momentum ini sebagai ajang berpolitik hingga melupakan nilai nilai pengkaderan.

Sudah saatnya, momentum munaskoh dijadikan sebagai momen pertaruhkan ide dan gagasan KOHATI dalam mengadapi isu-isu perempuan secara nasional. Tegasnya.(HU)*
Komentar

Berita Terkini