SANANA, reportmalut.com- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula bergerak cepat merespons bencana banjir yang melanda Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur. Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Sula, Muhlis Soamole, meninjau langsung lokasi terdampak untuk menginventarisasi kerusakan pada Jumat (13/3/2026).
Banjir yang dipicu curah hujan tinggi tersebut diketahui mulai merendam permukiman warga pada Kamis, 12 Maret 2026.
Muhlis menjelaskan bahwa sejak menerima laporan awal, pemerintah daerah segera menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk turun ke lapangan.
"Kami telah memerintahkan BPBD dan Dinas PUPR untuk mendata jumlah warga yang terdampak secara langsung. Langkah ini penting agar bantuan dan perbaikan tepat sasaran," ujar Muhlis di sela-sela peninjauan.
Sebagai bentuk penanganan jangka pendek, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako untuk meringankan beban warga.
Selain itu, guna mempercepat proses pemulihan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula berencana menetapkan Desa Waisakai sebagai wilayah status bencana.
Selain itu, guna mempercepat proses pemulihan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula berencana menetapkan Desa Waisakai sebagai wilayah status bencana.
"Dalam waktu dekat, Desa Waisakai akan ditetapkan sebagai Desa Bencana. Hal ini bertujuan agar alokasi anggaran dapat segera dicairkan untuk perbaikan rumah-rumah warga yang rusak berat akibat terjangan banjir," tegas Sekda.
Terkait penanganan infrastruktur, Muhlis menyebutkan bahwa langkah teknis akan segera diambil untuk mencegah banjir susulan. Pemerintah akan mengerahkan alat berat guna melakukan normalisasi sungai.
"Fokus kami adalah membersihkan sedimen dan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai serta area pemukiman warga," tambahnya.
Menutup keterangannya, Muhlis mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.
"Kami meminta warga untuk tetap berikhtiar dan selalu siaga. Pemerintah daerah terus berupaya memberikan informasi terkini agar kerugian akibat bencana susulan dapat diminimalisir," pungkasnya. (IB)
