SANANA – reportmalut.com, Hujan deras yang mengguyur Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, mengakibatkan banjir bandang pada Rabu malam hingga Kamis dini hari (12/3/2026). Peristiwa ini memaksa puluhan warga mengungsi setelah permukiman mereka terendam air.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 30 rumah warga terendam banjir, dengan 11 di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Salah seorang warga setempat, Santaria Naipon, menuturkan bahwa hujan mulai turun dengan intensitas tinggi sekitar pukul 20.00 WIT, tepat saat warga sedang melaksanakan salat Tarawih.
"Hujan mulai mengguyur saat salat Tarawih baru dimulai. Bukannya reda, curah hujan justru makin tinggi hingga air mulai masuk dan merendam rumah-rumah warga," ungkap Santaria saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (12/3).
Kondisi tersebut memicu kepanikan. Warga segera berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dan perabot rumah tangga di tengah guyuran hujan yang tak kunjung henti hingga waktu subuh. Mereka kemudian mengevakuasi diri ke rumah kerabat atau tetangga yang posisinya lebih tinggi dan aman.
Santaria berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula segera turun tangan memberikan bantuan darurat. Menurutnya, saat ini para pengungsi sangat membutuhkan ulur tangan pemerintah karena belum ada bantuan logistik yang masuk.
"Kami meminta Pemda Sula segera meninjau lokasi. Warga sangat membutuhkan bantuan karena sampai saat ini mereka masih bertahan di tempat pengungsian," harapnya.
Secara terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula, Samsudin Ode Maniwi, menyatakan bahwa pihaknya telah merespons kejadian tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) telah diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi data.
"Tim sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan menyeluruh. Bantuan akan segera disalurkan kepada warga terdampak berdasarkan hasil asesmen di lapangan," tegas Samsudin.
Hingga berita ini dipublis, gerimis masih menyelimuti wilayah Waisakai, dan warga tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi banjir susulan.


