Sanana,Reportmalut.com-Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara, Fauzi Momole, menyebutkan bahwa urunnya harga ikan menyebabkan posisi tawar nelayan di Kabupaten Kepulauan Sula masih tergolong lemah dibandingkan nelayan di daerah lain di Maluku Utara.
Menurut Fauzi, harga ikan yang diterima nelayan di wilayah berkisar antara Rp1.500-Rp3.000/Kg. Kondisi ini membuat nelayan sulit mendapatkan keuntungan yang layak dari hasil tangkapan mereka.
Gun mengatasi persoalan tersebut, Lanjut Fauzi, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui DKP terus mendorong pembangunan sarana dan prasarana perikanan di Kepulauan Sula. Salah satunya adalah pembangunan Cold Storage di Desa Wainin guna membantu penyimpanan hasil tangkapan nelayan.
Selain itu, pemerintah juga mengusulkan program Kampung Nelayan Merah Putih di beberapa titik di Kepulauan Sula. Salah satu lokasi yang telah direalisasikan adalah di Desa Bajo.
“Program ini bertujuan memastikan hasil tangkapan nelayan bisa ditangani dengan baik melalui infrastruktur yang dibangun pemerintah,” jelas Fauzi.
Ia menambahkan, dengan adanya program Kampung Nelayan Merah Putih dan fasilitas pendukung lainnya, diharapkan posisi tawar nelayan di Kepulauan Sula akan semakin meningkat, sehingga hasil tangkapan mereka dapat diakses dengan lebih mudah ke pasar dan memiliki nilai jual yang lebih baik.
“Alhamdulillah satu titik sudah dibangun di Desa Bajo . Semoga dengan program ini posisi tawar nelayan bisa jauh lebih baik ke depan.” pungkasnya.(IB).
