|

Simpatisan AHM-RIVAI Kembali Gelar Aksi


TERNATE - Barisan Simpatisan AHM-RIVAI, kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan markas Polda Provinsi Maluku Utara siang tadi, kamis (1/11).

Aksi ini merupakan aksi lanjutan, dari sekian aksi beberapa pekan lalu. Dalam demonstrasinya barisan Simpatisan AHM-RIVAI menutut agar Kapolda Maluku Utara bersama jajarannya, segera menindaklanjuti kasus money politik yang terjadi pada proses PSU di Kabupaten Kepulaun Sula  khususnya Kecematan Sanana, desa Umaloya, yang diduga kuat melibatkan calon Gubernur petahana AGK pada 17 Oktober lalu.

Namun aksi simpatisan AHM-RIVAI ini tidak di ijinkan oleh pihak Kepolisian untuk dilanjutkan apalagi mendekat sampai  ke depan halaman Polda. Dari pantaun reportmalut di lokasi, masa simpatisan AHM-RIVAI menyuarakan agar Kapolda Malut segera dicopot  dari jabatannya. Barisan AHM-RIVAI yang kebanyakan para wanita ini meminta agar Kapolda Malut digantikan dengan Kapolres Ternate karena menurut penilaian mereka ada keterlibatan oknum-oknum tertentu yang sengaja tidak memproses permasalahan tersebut.


 Kapolres Kota Ternate yang datang menemui demonstran langsung melakukan negosisiasi agar para demonstran membubarkan diri dari depan Polda Maluku Utara. "AKBP Azhari Juanda, Kapolres Kota Ternate  menyatakan bahwa " pihak Kepolisian sudah mengetahui maksud dan tujuan aksi demontrasi ini, sehingga tidak perlu melakukan demo berhari-hari, oleh karena itu massa diharapkan membubarkan diri secara tertib dan tidak menggangu ketertiban umum"

Namun, seruan membubarkan diri ini ditolak oleh barisan AHM-RIVAI karena menurut mereka, kehadiran mereka di depan Polda Malut untuk menyampaikan aspirasi dari  kekecewaan, dan keresahan terhadap ruang demokrasi yang saat ini di bungkam oleh orang - orang tak bertangung jawab.

Aksi demonstrasi ini lantas dibubarkan oleh pihak Kepolisian dengan memukul mundur massa dilokasi titik masa berkumpul.  Barisan pendukung AHM-RIVAI pun mengakhiri demonstrasinya sambil berjoget  meninggalkan lokasi Polda Maluku Utara. (ks) 
Komentar

Berita Terkini