-->
    |



GSNI Gelar Aksi Naikan Harga Kopra di Kantor Kecamatan Wasile Induk


Haltim-Gabungan pelajar Wasile yang menamakan diri sebagai barisan Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) DPC Hal-Tim bersama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Wasile (IPMW) Kota Ternate serta Pemuda se-Kecamatan Wasile menggelar demonstrasi, menuntut agar pemerintah daerah Halmahera Timur menanggapi masalah anjloknya harga kopra yang turun drastis. Aksi yang dilakukan pada (10/12) itu di pusatkan di depan kantor Kecamatan Wasile induk.

"Pemerintah kecamatan sudah seharusnya berperan aktif dalam berkordinasi dengan pemerintah kabupaten Hal-tim untuk membicarakan terkait turunnya harga kopra" ujar Fadli Wahab selaku korlap dan pembina Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI).

Menurutnya, anjloknya harga kopra merupakan masalah yang sudah harus di seriusi oleh pemerintah daerah. Karena anjloknya harga kopra ini sudah membuat petani kelapa yang ada di Maluku Utara dan khusunya di Kec Wasile Kabupaten Haltim menderita.

Dia menambahkan, demonstrasi yg digelar di depan Kantor kecamatan Wasile Induk ini untuk menuntut Agar Pemerintah kecamatan berusaha semaksimal mungkin agar segera menghadirkan PLT dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Haltim di tengah masa aksi agar tuntutan kami dapat di tindak lanjuti.

"Setidaknya pemerintah kecamatan harus serius dan segera mendatangkan pemerintah Kabupaten agar masalah anjloknya harga kopra ini harus di selesaikan, sebab masalah ini merupakan masalah hajat hidup" ujar pria yang kerap disapa bung Fadli.

Dalam aksi tersebut, mereka membawa setidaknya ada 3 point tuntutan kepada pemerintah.
Tuntutan tersebut adalah swbagai berikut:
1. Hadirkan PLT Bupati Haltim di tenga -tenga masa aksi
2. Mendesak Pemda Haltim segera membuat peraturan daerah tentang harga komoditi kopra.
2. Mendesak pemda haltim segera mencabut izin kelapa sawit di wasile.
3. Mendesak pemda haltim membuat aturan tataniaga perdagangan kopra.

Walau demikian, pemerintah kecamatan wasile Induk tidak dapat memenuhi apa yg menjadi tuntutan masa aksi untuk mendatangkan PLT Bupati,  maka untuk membayar kekesalan mereka pemerintah Kecamatan Wasile induk akan berkordinasi dengan pemerintah Kecamatan Wasile Timur dan tengah agar membantu secara akomodasi dan mobilisasi masa aksi ke Pemda Kab. Haltim sebagai aksi lanjutan pada hari rabu, tanggal 13 Desember mendatang. (Ima)
Komentar

Berita Terkini