-->
    |



Genangan Air Terjadi Di Sejumlah Lokasi Pasca Hujan Deras Di Kab. Kepulauan Sula

Genangan Air di Waigoben

Sanana- Derasnya hujan di Kabupaten Kepulauan Sula mengakibatkan beberapa lokasi di Kota Sanana terjadi genangan air seperti kolam ikan di permukaan jalan, yaitu desa Fogi, Fatcei, dan depan terminal Sanana, selasa (15/1).

Dalam pantauan Reportmalut, hujan turun mulai dari pukul 06:00 hingga pukul 14.35 WIT. Namun ketika hujan turun mengguyur kota, salah satu komplek di desa Fogi terendam air, tepat di jalan umum yang merupakan akses penghubung dari luar kota menuju pusat kota Sanana.

Seorang siswa SMA yang baru pulang sekolah ketika di temui Reportmalut mengatakan bahwa bila setiap kali hujan deras, pasti di jalan ini akan terjadi genangan air, dan kami yang jalan kaki harus lepas sepatu." kami sering minta numpangan untuk menyebrang, jika ada kenderaan motor yang lewat, tutur iki.

Genangan air di desai Fatcei

Pantauan Reportmalut di lokasi terpisah seperti di desa fatcei juga tergenang air tepatnya  di samping SMA Negeri 1 Sanana, genangan air penuhi jalan dengan ketinggian kurang lebih sampai di betis orang dewasa. Dalam penuturan warga di tempat sekitar mengatakan bahwa bila hujan turun selama 5 jam, maka debet air melebar, dan bertambah tinggi bisa jadi sampai lutut orang dewasa.

Sama hal dengan air yang tergenang di depan terminal sanana. Dalam kondisi tidak hujan sekalipun air selalu tergenang seperti kolam ikan buatan, apalagi  kalau hujan deras kita mau lewat juga agak sulit. Setiap kendaraan yang lewat semuanya ingin menghindar dari genangan air. Padahal jalan ini adalah akses utama masyarakat. Ujar Dian


Genangan air di Terminal Sanana

Kondisi ini menuai perhatian dari berbagai kalangan, salah satunya Pengurus PB HMI Hamida Umalekhoa S.Pd. M.I.Kom, yang juga putri daerah Kepulauan Sula. Dirinya mengungkapkan bahwa pihak DPRD seharusnya lebih serius menjalankan fungsi kontrolnya sebab jika DPRD tidak menjalankan fungsi kontrolnya maka yakin saja bahwa apa yang menjadi harapan masyarakat terkait kemajuan pembangunan di kepulauan sula tidak akan tercapai.

Adanya permasalahan semacam di atas sudah seharusnya DPRD benar-benar menunjukan taring sebagai pemegang otoritas untuk rakyat kepulauan sula, sehingga, masyarakat sudah  tidak  lagi terus-menerus mengeluh dan marasa resah. Apalagi seperti Waigoiben, fogi, fatcei itu termasuk pusat kota Sanana. Tutupnya.(KS)
Komentar

Berita Terkini