|

Helmi Alhadar : Pihak-Pihak Terkait Harus Serius Menyelesaikan Masalah Karapoto


TERNATE -Kontroversi mengenai penyelesaian pengembalian modal yang dilakukan oleh Karapoto kepada Nasabah yang belum terselesaikan harus mendapat perhatian ekstra serius dari pihak-pihak terkait.  Selain dari para pejabat di dalam Karapoto, juga pejabat pemerintah yang sempat hadir saat peresmian PT. Karapoto sehingga isu pengembalian modal ini cepat diselesaikan agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Tutur Helmi Alhadar

Menurut Akademisi UMMU ini, permasalahan Karapoto harus segera mendapat  solusi kongkrit dari pihak-pihak yang terkait. sebab, jika masalah ini tidak segera diselasaikan maka dikhawatirkan bisa merembet ke persoalan lainnya, seperti masalah sosial, politik juga persoalan ekonomi mengingat jumlah uang masyarat yang tidak sedikit.

Hal itu, lanjut helmi, sudah terlihat dengan fenomena kekerasan yang ditunjukan oleh para nasabah yang frustrasi dengan prsoalan mereka yang tidak terselesaikan.

Untuk itu,  persoalan ini harus segera di selesaikan dengan serius mengingat uang masyarakat dengan jumlah yang sangat  besar harus mendapat kepastian dalam penyelesaiannya. Lanjutnya

Selain kerugian yang dialami oleh masyarakat yang terjerat masalah ini. persoalan ini juga dipastikan akan mempengaruhi ekonomi di Kota Ternate dan Maluku Utara secara keseluruhan yang akan brimbas pada stabilitas politik apalagi kini menjelang Pilpres. Tutur Helmi Alhadar

"Saya pikir ini persoalan yang sangat serius dan membutuhkan perhatian besar dari pihak yang harus bertanggung jawab. Sebab jika  tidak segera diselesaikan maka akibatnya akan sangat serius karena diduga bank-bank akan bereaksi dengan mengambil jaminan dari masyarakat, berupa sertifikat dan surat-surat penting lainya yang mengakibatkan masyarakat akan mengalami kerugian sangat besar".

Mestinya masalah ini tidak terjadi atau masalahnya tidak sebesar ini, jika sejak awal kita kritis dengan fenomena hadirnya investasi-investasi di Malut. Tetapi justru sebaliknya, dari awal sudah terkesan dibiarkan sehingga semuanya menjadi terlambat.(iky)
Komentar

Berita Terkini