|

Nasib Nelayan Desa Wai-Gai Terancam


SANANA-Nelayan Desa Wai-Gai, Kecamatan Sulabesi Selatan Kab. Kepsul merasa nasib mereka terancam atas kehadiran kapal penampung ikan milik Irwan Hongarta (Ko Cuan) di desa mereka.

Keluhan ini di sampaikan oleh seorang pemuda Wai-Gai, Musil Leko kepada Reportmalut.com, Sabtu(23/03). Dia mengaku, sejak kapal penampung ikan milik Ko Cuan beroperasi di pesisir Wai-Gai, keadaan nelayan lokal menjadi terancam. Ditambah dengan adanya kerjasama Ko Cuan dengan pemilik rumpon membuat produksi nelayan menjadi rendah.

"ketika saya kembali ke kampung, hampir seluruh masyarakat mengeluh terkait hasil penjualan ikan mereka yang sangat turun. Ko Cuan juga melakukan kerja sama dengan seorang warga yang mempunyai rumpon sebagai penyedia stok".ungkap Musil

Musil menambahkan, ketika masyarakat memasarkan hasil tangkap ke pasar, ikan yang mereka bawa tidak terbeli. Sehingga, tidak jarang hasil tangkapan dibawa pulang kembali. "Bukan saja tidak di beli tetapi, sifat ikan yang posible sehingga nelayan terpaksa membuang ikannya". Papar Musil

Penyebab terjadinya perubahan harga ikan di pasar akibat distribusi ikan dari kapal penampung milik Ko Cuan terlalu lebih (Over Suplai). Sehingga, nelayan khususnya desa Wai-Gai yang hendak menjual ikan dipasar tidak mampu bersaing karena para dibo-dibo sudah terlebih dulu mengambil stok dari Ko Cuan. Lanjut Musil

"Kalau begini terus, para pemilik rumpon, nelayan, dan semua lembaga dalam sistem pemasaran ikan akan di monopoli oleh Ko Cuan. Sehingga, bagi yang tidak mampu bersaing, seperti nelayan kecil akan ditendang dari pasar". Ujar Musil

Musil menegaskan kepada Pemda Sula agar segera membuat Perda yang bisa menata sistem dan mendukung nelayan kecil di Sula, khususnya di Desa Wai-Gai. "Jika di biarkan maka bisa-bisa nasib para nelayan akan terus di regut para pengusaha-pengusaha ikan yang ada di kepulauan sula, seperti Irwan Hongarta (Ko Cuan). Saya berharap agar Dinas Perikanan secepatnya mengambil langkah terkait permasalahan ini", harapnya. (KS)
Komentar

Berita Terkini