|

Proyek Pamsimas Desa Bruakol Kepsul, Terbengkalai


SANANA- Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Desa Bruakol, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) diduga terbengkalai.

Diketahui, Program Pamsimas dengan jenis kegiatan Resorvoir PMA Jamban, menggunakan dana APBDes 10 % Rp 35000.000, ABPN 70% Rp 24. 5000.000, Kid 16% Rp 56.000.000 ditambah Rp 14.000.000 dengan total dana sebesar Rp 34.5000.000 dilaksanakan oleh KKM SATLAK dan masyarakat.

Menurut seorang warga, saat ditemui awak media, Selasa (28/5) yang tidak mau  namanya dipublis menjelaskan, Proyek PAMSIMAS dilaksanakan Tahun 2018 di Desa Baruakol Kecamatan Mangoli Tengah ini, dinilainya tidak tuntas, karena proyek tersebut sudah melewati waktu pelaksanaannya yakni 120 hari kelender.


"Namun, yang sangat mengherankan adalah dalam pemasangan instlasi jaringan pipa air, mereka nebeng dengan jaringan yang sudah ada pada proyek air bersih sebelumnya, ungkapnya.

Lanjutnya, sebagai anak desa, saya minta agar pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pekerjaan ini harus dapat bertanggung jawab.

Terpisah, menurut Kordinator Program Pamsimas di tingkat Kabupaten, Jailan Sapsuha, saat di konfirmasi lewat Via Whatsaap, mengatakan bahwa, pekerjaan memang dilaksanakan 120 hari kelender tapi, nanti ada surat perjanjian kerjasama ademdum untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.


"Pamsimas itu kan opsinya membangun baru, dan memasang instalasi itu menggunakan pipa yang baru, selebihnya saya belum dapat informasi," Pungkasnya.

Permasalahan ini pun mendapat tanggapan serius dari Kordinator Mabes Anti Korupsi, Rahman Latuconsina SH, saat di konfirmasi lewat Via Whatsaap. Dirinya mengatakan, jika benar ada masalah dalam pekerjaan tersebut dimana mereka memanfaatkan instalasi awal yang mungkin sudah dibangun melalui swadaya masyarakat dan jika terbukti maka, jelas berpotensi menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan(BPK) karena, tidak sesuai dengan Rancangan Biaya Anggaran (RAB).

"Ada dugaan korupsi di situ. Kita bisa lihat dari anggaran pipa dan bak penampungan. Apakah sampai ke rumah-rumah masyarakat atau tidak dan harus diperiksa instalasi pipanya," Kata Rahman.

Tambahnya, banyak motif yang terjadi dalam pelaksanaannya. Bisa jadi, hanya membangun instalasi dari Bak penampungan dan memanfaatkan instalasi yang sudah ada.(KS)
Komentar

Berita Terkini