|

Desak Pemprov Serahkan Status Jalan Ke Balai, Geram Oba dan Masyarakat Lakukan Protes

Geram Oba dan Masyarakat : Foto jalan Oba

TIDORE - Generasi Muda Oba (Geram  Oba) bersama masyarakat Oba Selatan lakukan aksi protes pada (08/06) ke pemeritah tentang rusaknya jalan lintas Oba Selatan

Aksi turun jalan yang di lakukan di oba selatan ini, di awali dengan  long mars dari Desa Wama menuju Desa Lifofa, kemudian dilanjutkan dengan aksi menanam pohon pisang dan kelapa sebagai wujud protes dan kekecewaan atas pemerintah

Aksi protes ini dilakukan sebagaimana setelah 20 tahun lamanya jalan ruas Oba Slatan tidak kunjung di perbaiki oleh pemerintah, disusul teaktrikal protes berenang di atas lumpur dan air di sepanjang ruas jalan.

Zulfikar, Koordinator Aksi Protes melalui pres releasenya menyampaikan bahwa" sudah sejak lama masyarakat Oba Selatan tidak pernah menikmati aspal butas, sementara harapan kami dan masyarakat adalah menikmati jalan butas bukan sebatas janji oleh pemerintah setempat

"Aksi protes tersebut, masyarakat menuntut ke Pemerintah Provinsi Malut untuk secapatnya membutas jalan Oba Selatan, ruas jalan Oba Selatan dengan nomenklatur Payahe-Dehepodo yang berstatus jalan Provinsi. Dan jika provinsi menhiraukan hal ini,  maka pemerintah Provinsi Maluku Utara harus mengalihkan status jalan ke balai jalan dan jembatan di bawah payung Kementrian Pekerjaan umum agar supaya jalan tersebut nantinya di laksanakan oleh balai sebagai jalan nasional". tutur Zulfikar

Jika pemrintah Kota dan Provinsi tidak secepatnya menggubris tuntutan kami, tambah Zulfikar.  Maka, dipastikan kami dan masarakat Oba Selatan akan memboikot jalan lintas Payahe, Wesa dan akan melakukan aksi menginap di depan Kantor Gubernur Malut sampai ada titik terang terkait jalan kami, butas juga harus di rasakan hingga di ujung Oba Selatan Desa Nuku.
Aksi tanam pohon pisang ditengah jalan Oba Selatan

Ketua Geram Oba, Julfikar sangaji menuturkan "Generasi muda oba (Geram Oba) akan tetap bersama warga untuk mengawal perbaikan jalan Oba Selatan sampai pada titik darah penghabisan, karena bagian dari masyarakat Maluku Utara. Pemerintah mestinya memperlakukan masyarakat Oba Selatan sama dengan masyarakan di daerah lain yang sudah menikmati infrastruktur jalan yang baik

Aksi yang di lakukan oleh Generasi Muda Oba bersama dengan masyarakat Oba Selatan merupakan aksi murni dan tidak ada yang menunggagi aksi yaang di lakukan. Karena, Geram Oba memiliki tanggung jawab memperjuangan hak-hak masyarakat yang terabaikkan. tutup Ketua Geram Oba (tim/Bbs)
Komentar

Berita Terkini