|

Usulan Anggaran Pembangunan GOR Kepsul Kandas

Kadispora Kepsul, Rahmat Fataruba

SANANA-Pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) belum bisa direalisasikan lantaran pengusulan proposal dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kandas atau belum diakomodir oleh Kementerian Olahraga (Kemenpora).

Kadispora, Rahmat Fataruba, mengatakan untuk saat ini GOR yang rencana akan dibangun di Desa Fukweu, Kecamatan Sanana ini belum bisa dibangun akibat proposal yang diusulkan senilai Rp 84 milyar lebih ke Kementarian Pemuda dan olahraga (Kemenpora) belum ada kejelasan sama sekali. Padahal, perencanaan pembangunan GOR sendiri sudah dilakukan sejak 2017 lalu dan baru ditindaklanjuti pada tahun 2019.

Sebenarnya kata Rahmat, pelaksanaan teknis untuk persiapan pembangunan GOR sebagian sudah di lakukan seperti pembahasan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) serta sudah diketahui luas lahan yakni sebesar 4,8 hektar.

Menurut Rahmat, meskipun di 2019 ini belum ada kejelasan terkait dengan pengusulan proposal oleh Dispora, tetapi pihaknya masih berusaha membangun komunikasi dengan pihak kementerian. Bahkan, pihaknya juga telah membuat pengusulan menggunakan aplikasi Krisna melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepsul.

"Kami masih tetap berusaha membangun komunikasi dengan pihak kementerian dan sekarang, kami telah membuat penggusulan melalui aplikasi Krisna“, katanya kepada Reportmalut.com, Kamis (12/09).

Rahmat menambahkan, sebelum itu dirinya bersama Bupati telah beberapa kali membangun komunikasi dengan pihak kementrian bahkan bertandang ke Kementrian Pemuda Dan Olahraga. Namun, sampai sekarang belum ada kejelasan.

Hal itu menurutnya, karena pembangunan GOR memakan anggaran yang cukup besar, sehingga tidak bisa mengharapkan sumber anggaran dari APBD. Oleh karena itu lanjut dia, anggaran pembangunan GOR harus menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) karena anggaran APBN sangat besar.

Walaupun belum mendapat kejelasan, pihaknya tetap optimis menunggu hasil dari komunikasi dan usulan yang telah mereka lakukan.

“iya, kami tetap berusaha agar proses panggusulan cepat di terima dan kami selalu menunggu kepastian penggusulan proposal tersebut “, tutupnya.(KS)
Komentar

Berita Terkini