|

Warga Desa Wailoba Keluhkan Air Bersih Salobar


SANANA- Niat masyarakat Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah Kepulauan Sula (kepsul) menikmati air bersih hasil proyek Pembangunan Jaringan Air Bersih dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) harus berujung pahit. Hal ini lantaran air bersih tersebut justru payau alias salobar.

Padahal, proyek yang  di kerjakan oleh CV. Jaya Lestari, pada 5 Februari 2018 lalu ini  menelan anggaran hingga Rp 1 milyar dengan nilai kontrak sebesar Rp 952.382.438,06 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)

Hasil proyek justru dikeluhkan warga karena air justru salobar alias asin. Buktinya, saat ini masyarakat Desa Wailoba tak bisa menggunakan air tersebut sebagai keperluan rumah tangga sehari-hari seperti mandi maupun minum.

Hal ini di sampaikan langsung oleh Alwia Umasugi, ibu rumah tangga saat pertemuan dengan Ketua DPRD, Selasa (03/12) kemarin.

Alwia bilang, air ini belum terlalu lama salobar. Sehingga, dirinya meminta pihak PUPRPKP agar turun ke lapangan dan meninjau persoalan yang mereka hadapi. Sebab, selama ini warga tidak pernah mengalami hal serupa, bahkan sumur yang letaknya di dekat pantai tidak pernah asin.

" Air bersih sekarang, kita tidak bisa gunakan lagi. Sebab air terlalu asin, jangankan minum mandipun sudah tak bisa", bebernya.

Ketua DPRD Sinaryo Thes, kemudian merespon keluhan masyarakat tersebut dan akan membangun koordinasi dengan dinas terkait guna mencari solusi serta menangani permasalahan yang dihadapi masyarakat.

"Saya akan koordinasikan dulu dengan dinas terkait yakni PUPRPKP untuk secepatnya mengambil tindakan, " pungkasnya.(KS)
Komentar

Berita Terkini