-->
    |



Talud Reklamasi Jebol, 5 Rumah Warga Terancam


SANANA, - Konsep Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dengan membangun kawasan reklamasi membawa kerugian bagi warga. Buktinya, dalam amatan Report Malut.com, Kamis (23/07) reklamasi yang seharusnya berfungsi juga sebagai penahan ombak justru rusak di terjang ombak dan membanjiri kawasan reklamasi serta mengancam sejumlah rumah warga di Desa Falahu, Kecamatan Sanana.  

Berdasarkan informasi yang di kantongi wartawan Report Malut. Com, kondis ombak besar yang tinggi dari pukul 10 malam menyebabkan kawasan di d alam reklamasi bak kubangan kolam. Bahkan, kondisi tersebut dimanfaatkan anak-anak sekitar untuk bermain.

"Om kamari iko torang (kami) ini torang pung kolam baru," begitu ucapan sejumlah anak-anak sambil menikmati kubangan kolam dari air laut tersebut di belakang rumah warga.


Salah satu warga yang enggan menyebut namanya itu mengatakan, jika angin timur terus kencang dan ombak terus menghantam talud maka di pastikan tidak akan bertahan lama meskipun setiap tahun dilalukan perbaikan tetap sama saja.

" Iya, meskipun dorang perbaiki tetapi sama saja, sebab ombak pecah tepat di atas talud. Mestinya mereka membuat  pemecah ombak sebelum Talud sehingga di saat musim angin timur Talud tidak bebas di hantam ombak begitu saja," katanya. 

Tambahnya, jika ombak besar terus menghantam  maka di perkirakan selama 3 tahun kawasan reklamasi akan hancur dan berubah menjadi laut. Bagaimana tidak, talud yang ada tidak kuat, belum lagi tidak ada batu pemecah ombak.

" Kalau hanya begini saja saya yakin selama 3 tahun saja kawasan reklamasi ini akan menjadi laut," ungkapnya.  (KS).
Komentar

Berita Terkini