![]() |
| Penerimaan Festival Tunas Bahasa Ibu. kegiatan yang berlangsung Tiga Hari berlokasi di Istana Daerah Dad Hia Ted Sua, Desa Fagudu, kecamatan Sanana. |
Sanana, ReportMalut.com – Dalam upaya melestarikan budaya dan bahasa daerah, Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu. Kegiatan ini berlangsung sejak 18 hingga 20 Oktober 2025 di Istana Daerah Dad Hia Ted Sua, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.
Ketua Panitia, Hj. Adrawati, usai kegiatan menjelaskan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah Sula, sekaligus mendorong inovasi dalam pelestariannya.
“Sekarang anak-anak sudah mulai paham dan tertarik belajar bahasa Sula. Awalnya mereka enggan, tapi dengan adanya festival ini, semangat mereka tumbuh untuk mempelajari bahasa daerah,” ujarnya kepada awak media di lokasi kegiatan, Senin (20/10/2025).
Menurut Adrawati, jika pembelajaran bahasa daerah dilakukan dengan cara biasa, anak-anak cenderung mudah bosan. Namun, lewat bentuk kompetisi seperti ini, mereka lebih bersemangat untuk belajar sekaligus memahami arti dan penggunaan bahasa tersebut.
“Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun. Siswa yang meraih juara pertama nantinya akan dikirim untuk mengikuti kompetisi di tingkat provinsi hingga nasional,” tambahnya.
![]() |
| Foto : istimewah |
Ia menyebutkan, Festival Tunas Bahasa Ibu tahun 2025 diikuti oleh sekitar 180 peserta yang terbagi dalam enam mata lomba. Para peserta terdiri dari siswa SD, SMP, serta perwakilan komunitas.
“Tahun ini jumlah peserta meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan masih banyak yang ingin ikut, tetapi karena ada seleksi di tingkat sekolah, hanya yang memenuhi persyaratan yang bisa menjadi utusan,” jelasnya.
Adrawati berharap, melalui kegiatan ini generasi muda Sula semakin mencintai budaya dan bahasa daerah, serta mampu berinovasi dan berkreasi dalam upaya pelestariannya.
“Semoga lewat festival ini, anak-anak kita semakin mencintai budaya Sula dan terus berinovasi dalam menjaga serta mengembangkannya,” tutupnya. (IB)

