|



Hardiknas 2026 , Menabur Benih Ilmu di Tengah Samudra: Catatan Indah Pendidikan di Kepulauan Sula

 

Oleh: 

Arman Panigfat, SE.,M.I.Kom

(Ketua Partai Buruh Kabupaten Kepulauan Sula/Ketua FSPMI Maluku Utara.)

Menjelang detik-detik peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, ada sebuah kisah megah yang patut kita renungkan bersama. Sebuah kisah tentang ketekunan, pengabdian, dan semangat tak kenal lelah untuk menerangi setiap sudut desa yang terpisah oleh hamparan biru laut.

Berdasarkan data yang terekam dalam sistem Dapodikdasmen, tercatat total terdapat 355 satuan pendidikan yang kini telah berdiri kokoh, tersebar bak mutiara di seluruh 12 kecamatan yang membentang di wilayah ini.

Angka 355 bukan sekadar deretan bilangan matematis yang dingin. Di balik setiap digit tersebut, tersimpan ribuan harapan, jutaan mimpi, dan upaya luar biasa agar sinar ilmu tidak pernah membeda-bedakan tempat, tidak peduli seberapa jauh atau seberapa sulit jalan yang harus ditempuh.

Dari Bayi Hingga Remaja: Pendidikan yang Menyeluruh.

Seperti sebuah orkestra yang dimainkan dengan harmoni sempurna, layanan pendidikan di Kepulauan Sula kini telah hadir menyentuh seluruh jenjang usia, membentuk satu kesatuan sistem yang utuh.

Pendidikan Awal: Menanam Benih Sejak Dini.

Pendidikan bukanlah proses yang instan, ia bagai menanam pohon yang harus dimulai dari benih yang baik. Di Sula, perhatian terhadap pendidikan usia dini terus digelorakan.

Tercatat terdapat 81 unit Taman Kanak-Kanak (TK) yang siap menyambut langkah kecil anak-anak, didukung oleh 16 Kelompok Bermain (KB), 65 Taman Penitipan Anak (TPA), dan 73 Satuan PAUD Sejenis (SPS). Di sini, tawa dan ceria menjadi awal dari perjalanan panjang mencari ilmu.

Pendidikan Dasar: Fondasi yang Kokoh.

Jika pendidikan adalah sebuah bangunan megah, maka jenjang dasar adalah pondasinya. Kini, terdapat 103 unit Sekolah Dasar (SD) dimana 98 di antaranya adalah sekolah negeri yang menjadi rumah kedua bagi anak-anak di desa-desa.

Ditambah lagi dengan 51 unit Sekolah Menengah Pertama (SMP), program Wajib Belajar 9 Tahun kini memiliki wadah yang sangat memadai untuk mencetak generasi yang berpengetahuan luas.

Pendidikan Menengah: Menjemput Masa Depan.

Untuk mengantar generasi muda menuju gerbang kedewasaan dan keterampilan, tersedia 17 unit SMA dan 16 unit SMK.

Keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini sangat strategis, bagai menajamkan pisau agar lulusan siap terjun ke masyarakat, memiliki keahlian khusus, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri secara mandiri.

Pendidikan untuk Semua.

Keadilan pendidikan juga terwujud dengan hadirnya 2 unit SLB yang membuktikan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki hak yang sama untuk bersinar dan berkarya.

Ditambah dengan keberadaan 11 PKBM dan 1 SKB, pendidikan kesetaraan dan keterampilan hidup terus mengalir deras bagi siapa saja yang ingin belajar, tanpa memandang usia atau latar belakang.

Merata di 12 Kecamatan: Tak Ada yang Tertinggal di Balik Awan.

Kabupaten Kepulauan Sula yang terdiri dari 12 kecamatan kini telah diselimuti oleh kehadiran sekolah-sekolah ini. Dari pusat pemerintahan hingga ke pelosok terjauh, akses pendidikan telah hadir menjangkau setiap penjuru.

Lihatlah Sula Besi Timur dengan 21 unit sekolah, Mangoli Utara Timur dengan 19 unit, hingga Sula Besi Selatan yang juga memiliki 19 unit pendidikan.

Ini membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya berhenti di kota besar, tetapi terus berjalan menembus batas, menyeberangi selat, dan mendaki bukit demi memastikan satu hal penting: Bahwa tidak ada satu anak pun di bumi Sula ini yang kehilangan haknya untuk belajar hanya karena alasan jarak atau tempat tinggal.

Refleksi Hardiknas, Dari Fisik Menuju Mutu.

Memperingati Hardiknas tahun ini, hati ini dipenuhi rasa syukur yang tak terhingga. Memiliki 355 sekolah di tengah gugusan pulau adalah sebuah prestasi gemilang, sebuah bukti nyata kehadiran negara yang hadir di tengah rakyatnya.

Namun, perjalanan ini belumlah usai. Jika fisik bangunan telah tegak menjulang, kini saatnya kita mengisi ruang-ruang tersebut dengan kualitas yang setara kemegahannya.

Mari kita bertanya dalam-dalam, Apakah di setiap kelas yang indah ini, tersedia guru-guru yang cukup, berdedikasi, dan sejahtera?

Apakah fasilitas yang ada mampu menampung dahaga akan ilmu pengetahuan modern?Dan apakah semangat belajar di hati anak-anak terus menyala terang bak lentera di tengah gelapnya malam?

Mewujudkan Sula yang Cerdas dan Berbudaya.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Marilah kita jadikan momentum ini sebagai bahan bakar untuk terus melangkah. Data yang indah ini harus kita wujudkan menjadi kenyataan yang lebih indah lagi.

Mari kita jaga agar setiap sekolah di Kepulauan Sula bukan hanya sekadar gedung yang berdiri diam, melainkan menjadi tempat yang hidup, berdenyut, dan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter mulia, serta menjadi pelita bagi daerah tercinta ini.

Pendidikan adalah jalan satu-satunya menuju kemajuan. Dan di Kepulauan Sula, jalan itu telah terbentang luas. Kini, giliran kita semua untuk melangkah di atasnya dengan penuh keyakinan dan kebanggaan.

Komentar

Berita Terkini