-->
    |


Layar Rindu



Oleh : Fauji Yamin


Engkau melaut dengan layar utuh
Seraya berkata padaku..
Ini adalah Layar rindu

Layar yang tidak sekali-kali koyah oleh defenisi.
Layar yang tidak sekali-kali sobek karena artikulasi.

Engkau bentangkan pada tiang harapan
Mengikuti arah angin menuju timur
Menimbang-nimbang
Mengukur-ngukur
Tak sekalipun berkedip

Bekalmu kau cukupkan dengan harapan
Bahwa gelombang keputusasaan tak menggoyakan tekadmu
walaupun, arus rindu tak pernah kau harapkan pada perjumpaan mu dengan tepian-tepian pantai.

Senja mulai terlihat.
Engkau masih sibuk mengaduh layar mu

Bahkan, ketika keindahan semakin sirna, engkau masih menaruh harapanmu pada rindu di penghabisan angin.

Bogor, 17/10/2017

Puisi ini pernah di post di blog Kompasiana
Komentar

Berita Terkini