|

Pemprov Janji Naikan Harga Kopra di Malut


Ternate- Aksi demonstrasi Jilid II Koalisi Perjuangan Rakyat (KOPRA) kembali dilakukan di depan kantor Walikota Ternate dan kediaman Gubernur Provinsi Maluku Utara, kamis (22/11/18)

Elemen aksi terdiri dari mahasiswa di sejumlah kampus, organisasi ekstra kampus dan siswa sekolah dengan tuntutan agar pemerintah menaikan harga kopra Di Prov. Malut.

Menurut Koalisi Perjuangan Rakyat (KOPRA), bila harga kopra terus saja tidak naik maka lingkup kehidupan para petani akan menjadi terancam, sekolah mereka juga menjadi terbebani.

"Efek turunnya harga kopra membuat  sebagian mahasiswa yang berkuliah di sulawesi utara (Manado) memilih pulang kekampung halaman mereka, karena biaya kosan sudah tak bisa di bayar. Ungkap salah satu orator

Dalam aksinya, mahasiswa meminta kepada pemerintah agar mendengar jeritan suara para petani dan cepat menyikapi turunnya harga kopra di Malut.

Dalam demonstrasi kali ini, massa di bagi menjadi dua kelompok yakni di depan Kantor Walikota dan didepan Bandara Babullah Ternate.

Menurut Kapolres Ternate saat di wawancara bahwa personil yang disiagakan berjumlah 500 orang dan polwan sebanyak 1 platon untuk mengawal masa aksi bagi yang perempuan. Untuk itu diharapkan kepada rekan-rekan mahasiswa saling pengertian, ungkapnya.

Setelah melakukan demonstrasi di depan kantor Walikota, massa kemudian bergerak ke kediaman Gubernur Malut.

Di depan kediaman Gubernur, mahasiswa akhirnya melakukan hearing terbuka dengan Sekertaris Daerah Pemprov Malut di dampingi Kepala Dinas Pangan Malut, Saiful Turuy .

Sekda, Muabdin Hi Radjab dalam kesempatan hearing berjanji  dalam waktu dekat harga kopra akan dinaikan. Tetapi, sebelum mengambil kebijakan itu pemprov akan melakukan rapat bersama SKPD, yakni dinas terkait seperti Disperindag dan Dinas Pertanian.

Sekda menuturkan bahwa saat ini harga kopra di Sulut 1 kg Rp. 8000 sedangkan Surabaya 1 kg. Rp.12000. Maka kita harus mengambil langkah memasarkannya kemana, bila ke Surabaya maka harus disiapkan angkutan laut sebagai alat distribusi.

"Dalam waktu dekat mereka akan memanggil seluruh Bupati yang ada di 10 Kabupten/Kota agar bisa berdiskusi dan mendorong  agar harga kopra  bisa dinaikan di seluruh Kabupaten.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda), Muabdin Hi Radjab saat di temui awak media mengatakan "pemerintah Prov. Malut saat ini telah membentuk tim terpadu untuk mengatasi harga kopra.  Ada program jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Program jangka pendek salah satunya menaikan harga kopra sedangkan jangka panjang akan dimanfaatkan tol laut.

"Kemungkinan hari senin sudah ada diadakan rapat perubahan harga kopra." Lanjutnya

Point kedua kesepakatan massa aksi dengan Pemprov adalah dengan melaksanakan pasar murah di seluruh Kabupaten dan kota di Maluku Utara menjelang natal dan tahun baru.

Kemudian, Pemprov akan melakukan pembiayaan bagi mahasiswa yang merupakan anak di seluruh kabupaten dan kota selama satu semester. Tapi, mereka harus mendata dulu seluruh mahasiswa  yang orang tuanya petani.(Ks).
Komentar

Berita Terkini