|

Dinkes Kota Ternate Memiliki Fasilitas Lengkap Untuk Tes HIV/AIDS


Ternate-Pengelola Program Dinas Kesehatan Kota Ternate, Hermawanti, saat di temui Reportmalut,senin(31/12) di ruang kerjanya menjelaskan bahwa Kota Ternate sudah memiliki 11 puskesmas dan 6 buah rumah sakit serta memiliki sumber daya manusia yang sudah di latih untuk melakukan tes HIV/AIDS kepada seluruh masyarakat kota ternate. Tuturnya.

Mengingat sejak tahun 2007 sampai tahun 2018 bulan Oktober tercatat sebanyak 410 orang telah terinfeksi penyakit HIV/AIDS di Kota Ternate, olehnya itu setiap pasangan yang mau menikah di sarankan agar melakukan deteksi dini HIV/AIDS.

Di tahun 2018 puskesmas yang ada di kota ternate sudah melakukan kegiatan tes HIV/AIDS. Termasuk  Moti, Hiri dan Batang dua sudah mengadakan kegiatan Tes HIV/AIDS.

Adapun bentuk-bentuk kegiatan fasyankes (puskesmas) dan Dinkes diantaranya kegiatan pemeriksaan tes HIV, Sipilis dan juga Hepatitis pada ibu hamil, serta kolaborasi program TB, hepatitis, MTBM- MTBS dan juga penangananan gizi buruk bagi bayi terindikasi HIV positif dari ibunya.

[cut]

Secara populasi Ibu rumah tangga menduduki uratan pertama terinfeksi HIV/AIDS sesuai data yang terlapor. Selain itu ada kaloborasi integrasi program, jadi setiap pasien TB ke puskesmas di adakan tes HIV/AIDS. Kemudian integrasi kalobarasinya adalah program Hepatitis di puskesmas kalau ada hepatitis maka bakal dilakukan juga tes HIV/AIDS.

Beberapa puskesmas yang telah melaksanakan program inovasi untuk program IMS, HIV/AIDS diantaranya Puskesmas Siko, Puskesmas Kalumata yang telah melaksanakan kegiatan MTBM dan MTBS untuk skrining deteksi dini kasus HIV pada bayi muda dan balita.

Selanjutnya Puskesmas kalumpang telah membentuk posyandu remaja yang mana dapat menjadi media bagi kelompok remaja di kelurahan kalumpang untuk mendukung program HIV dikota ternate melalui kegiatan penyuluhan dan konswling remaja. Ucap wanti.

[cut]

Untuk itu tempat-tempat yang menjadi target sasaran  tes HIV/AIDS, Seperti salon, panti pijat, dan  beberapa hotel lainnya, diikut sertakan dalam skrining atau tes HIV/AIDS.

Menurut Wanti, di tahun 2019 Dinas Kesehatan Kota Ternate akan berusaha meningkatkan kerja sama dengan melibatkan masyarakat yang lebih luas. Dan saat ini telah terbentuknya Pokja Kota Sehat di Kota Ternate.

Dinkes Kota Ternate di tahun 2019 akan mengadakan Kota Sehat. Namun hal ini baru sampai pada tahapan pembahasan di tingkatan Dinkes. semoga bisa di tindak lanjuti bersama kader yang ada di beberapa kelurahan yang sudah di latih.lanjutnya

Saat ini Kota Ternate memiliki 25 Kelurahan dengan kader sudah di latih, baik dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan kader posyandu sendiri dan juga KPA Kota Ternate pelattihan kader juga menyentuh  tingkat mahasiswa maupun tingkat SMA dan SMP. 

"Sudah banyak kader yang disiapkan Tinggal saja kita membangun komunikasi maupun kordinasi yang baik di lintas diknas dan bagian program yang ada di dinas kesehatan kota. Pintanya.

[cut]
Dia juga jelaskan bahwa LSM Rorano  memiliki pamahaman yang sama dengan Dinas Kesehatan. Secara program mereka juga  mengintervensi kelompok resiko sesuai dengan peraturan menteri kesehatan no 43 tahun 2016  tentang standar pelayanan minimal dalam bidang kesehatan dan juga memiliki kelompok sasaran seperti Ibu hamil, TB, Napza,  (Pengguna Narkotika Suntik).

Dinkes Kota Ternate juga telah  bekerja sama dengan Bidokes Polda untuk melakukan kegiatan bakti sosial dalam hal pelayanan kesehatan untuk sosialisasi HIV/AIDS, Hepatitis serta IMS.

Selanjutnya Dinkes ingin membangun koordinasi dengan klinik bersalin salah satunya yang ada di Takoma, sehingga tidak keluar dari  sasaran target. Selain dari ibu hamil, ada komunitas Waria, warga binaan pemasyrakatan di rutan dan lapas di dua Kecamatan  Kota Ternate.

Berdasarkan laporan yang di kantongi Dinkes, orang yang terinfeksi virus HIV/AIDS tidak memandang pekerjaannya apa tetapi semuanya sudah ada.

[cut]
Maka dari itu Dinkes selalu menyediakan akses layanan yang memadai, serta meningkatkan frekuensi penyuluhan, agar masyarakat yang ada di kota ternate itu paham. Bahwa pemeriksaan tes HIV/AIDS  tidak perlu harus ditakuti Pungkasnya.

"Harapannya kedepan, mari kita bersama2 menanggulangi dan mengendalikan HIV/AIDS sehingga dapat mengurangi stigma dan diskriminsi"Tutupnya.(KS)
Komentar

Berita Terkini