|


Dapur MBG untuk SPPG Emalamo Resmi Diluncurkan

Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Emalamo Desa Wai Ipa, Bapak Subhan Abdul Latif Buamona,

Sanana, Reportmalut.com – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Emalamo yang berlokasi di Desa Wai Ipa resmi diluncurkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, Senin (26/01/2026).

Acara launching tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula, Kapolres Kepulauan Sula, Dandim 1510/Sula, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kepulauan Sula.

Peluncuran Dapur MBG SPPG Emalamo ditandai dengan pengguntingan pita dan pembagian paket makanan bergizi kepada siswa-siswi Sekolah Dasar yang berada di Desa Wai Ipa.

Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Emalamo Desa Wai Ipa, Subhan Abdul Latif Buamona, saat diwawancarai awak media menyampaikan rasa syukurnya atas diresmikannya SPPG tersebut.

“Alhamdulillah, setelah hampir satu tahun kami membangun SPPG ini, akhirnya resmi diluncurkan. Ini menjadi yang pertama di Kabupaten Kepulauan Sula dan insya Allah akan memberikan dampak positif bagi semua pihak,” ujarnya.

Menurut Subhan, keberadaan satu dapur SPPG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga pada peningkatan ekonomi lokal.

“Utamanya untuk pemenuhan gizi dan peningkatan ekonomi. Satu dapur dapat menyerap sekitar 48 tenaga kerja, dengan gaji yang insya Allah cukup baik untuk membantu perekonomian keluarga kecil,” jelasnya.

Pembagian paket MBG kepada Para siswa

Ia menambahkan, dampak ekonomi lainnya juga dirasakan oleh para petani lokal.

“Kemarin kami sudah mencoba bekerja sama dengan petani buah, dan alhamdulillah respons mereka sangat luar biasa,” katanya.

Namun, Subhan mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu keterlibatan peternak ayam lokal. Pasalnya, satu dapur SPPG membutuhkan sekitar 400 kilogram ayam per bulan. Jika terdapat dua dapur, kebutuhannya bisa mencapai 1 ton ayam per bulan.

“Selama ini pasokan ayam masih didatangkan dari luar daerah, seperti dari Ternate dan daerah lainnya. Ke depan, jika ada peternak ayam lokal, kami berharap bisa menggunakan ayam segar dari daerah sendiri,” terangnya.

Untuk dapur SPPG di Desa Wai Ipa sendiri, saat ini telah bekerja sama dengan empat pemasok bahan pangan.

Lebih lanjut, Subhan menjelaskan bahwa SPPG Emalamo Wai Ipa melayani sebanyak 2.321 penerima manfaat yang tersebar dari Wailau hingga Wai Ipa.

“Kategorinya meliputi kelompok bermain PAUD, SD, SMP, Madrasah Aliyah, pesantren—karena di Wailau terdapat pesantren—serta kategori 3B, yaitu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Untuk siswa kuotanya sekitar 2.000 orang, sedangkan untuk 3B sekitar 500-an,” ungkapnya.

Terkait distribusi, Subhan mengatakan pihaknya masih menunggu email resmi yang masuk ke mitra. Meski demikian, anggaran sudah tersedia.

“Untuk satu dapur, dana yang disiapkan sekitar Rp500 juta per dua minggu. Dalam satu tahun anggarannya bisa mencapai Rp12 hingga Rp13 miliar,” jelasnya.

Ia berharap, kehadiran SPPG Emalamo dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Keuangan.

“Kami berharap dengan adanya SPPG ini, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Sula juga dapat meningkat,” tutup Subhan. (IB)

Komentar

Berita Terkini