|

Wartawan Kepsul Gelar Pelatihan Jurnalis


SANANA-Wartawan Kabupaten Kepulaun Sula (Kepsul) sukses menggelar pelatihan jurnalis sejak Kamis 29 sampai Jumat 30 Agustus di kedai kopi Block Grafity, Desa Fagudu.

Panitia mendatangkan Mahmud Ichi, sebagai narasumber. Wartawan senior yang memiliki sejuta pengalaman selama 16 tahun di dunia Jurnalistik.

Sementara, peserta pelatihan di hadirkan dari berbagai kalangan diantaranya, siswa SMA Negeri 1 Sanana dan SMK Negeri 1.  Selain peserta dari sekolah, hadir juga Humas dan Protokoler, Dinas Kominfo, serta Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia(KNPI) Kepsul, Saiful Sibela.

Sebagai pembuka pelatihan Mahmud, menjelaskan terlebih dahulu bagaimana seorang wartawan memahami kode etik jurnalis. Setelah menjabarkan keseluruhan pasal yang tercantum di dalam kode etik. Mahmud melanjutkan dengan  metode penulisan Strainght (Langsung).

Dalam penjebaran materi, peserta di beri kesempatan untuk mengajukan pertanyaan agar bisa menjadi bahan diskusi bersama. "Ayo siapa yang mau melontarkan pertanyaan silahkan. Biar kita bisa berdiskusi sehingga tidak terkesan saya bercerita sendiri, " ucapnya.

Wartawan senior itu menambahkan, menjadi seorang wartawan tidak harus berpihak kepada siapa pun. Karena kerja-kerja wartawan bersifat independen.

"Paling terpenting wartawan harus menjadikan kode etik jurnalis sebagai pedoman di setiap peliputan", terang Bang Mici, sapaan akrabnya

Penanggung jawab pelatihan, Fahrul Pora menjelaskan, dirinya berterima kasih kepada bang Mahmud Ichi, yang sudah meluangkan waktunya untuk memberi materi terkait metodologi penulisan berita. "Semoga dengan pelatihan jurnalis ini, teman-teman wartawan Kepulauan Sula bisa kembali belajar dengan baik dalam menulis berita, " tandasnya.

Saiful Sibela, saat dimintai tanggapan atas kahadirannya menjelaskan, selaku ketua KNPI, dirinya memberikan apresiasi kepada teman-teman wartawan yang menggelar agenda pelatihan jurnalis.

Dirinya menilai, media adalah salah satu pilar demokrasi  sekaligus menjadi corong informasi bagi publik. Olehnya itu, dirinya berharap pelatihan semacam ini di tingkatkan terus-menerus agar wartawan betul-betul membekali diri dengan ke ilmu jurnalistik.

"Apa lagi wartawan selalu saja di perhadapkan dengan dinamika sosial yang berbeda sehingga membutuhkan kematangan dalam menguasai metode penulisan berita  beserta kaidah-kaidah lainya berdasarkan kode etik jurnalis, " pungkasnya.

Pemilik kedai kopi Irawan Duwila, munuturkan dirinya sangat memberi dukungan penuh sehingga biaya pemakain bilik pun ia berikan secara gratis. " untuk ruangan saya memberikan secara gratis, yang di bayar hanyalah konsumsi selama kegiatan berlangsung, " imbuhnya.(KS)
Komentar

Berita Terkini