-->
    |



Tak Bisa Jawab Pertanyaan, Massa Desak Ketua DPRD Mundur Dari Jabatan


SANANA, - Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut) Sinarto Thes, sedikitpun tidak bisa menjawab pertanyaan dari massa aksi terkait  kasus pembangunan Mesjid An'nur Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara.

Dalam pantaun Report Malut.com, Senin (20/07) , Massa aksi dari tiga organisasi di antaranya, Serikat Pemuda Sula (Sekepal) Himpunan Mahasiswa Sulabesi Barat (Sulbar) dan Solidaritas Fina Sua (Sofia) mendatangi kantor DPRD Kepsul dengan tujuan untuk menanyakan berbagai proyek fisik yang sedang bermasalah. Namun, sangat di sayangkan, adik kandung dari Bupati Kepulauan Sula itu tak bisa berbuat apa-apa ketika massa bertanya soal pembangunan mesjid Pohea yang menelan anggaran sekira Rp 4,5 milyar yang hingga kini tidak bisa digunakan untuk Ibadah. Lantaran, konstruksi lantai dua mesjid An'nur goyang. Akhirnya, warga tidak berani untuk menjalankan sholat berjamah.

Salah satu massa aksi, Gajali Fataruba saat melihat Ketua DPRD Sinaryo Thes keluar dari ruangan dan menemui massa aksi. Gajali langsung melontarkan pertanyaan terkait Mesjid Pohea tapi politisi partai Demokrat itu tak  berdaya dalam menanggapi pertanyaan Gajali.

" Pa Ketua DPRD coba anda jelaskan mesjid Pohea dikerjakan pada tahun berapa dan dikerjakan oleh CV. Atau PT apa. Kemudian kira-kira anggarannya berapa banyak," Tanya Gajali ke Ketua DPRD.

Sinaryo Thes hanya bisa diam dan mendengar suguhan berbagai pertanyaan dari massa aksi tanpa sedikit pun menjawab. Melihat hal itu Ketua komisi I Muhammad Natsir Sangaji, menanggapi pertanyaan massa aksi. Namun, massa tetap tidak mau menghiraukan tanggapan tersebut. Mereka hanya menginginkan jawaban dari ketua DPRD.

" Kalau ketua DPRD tidak bisa berbuat apa-apa lebih baik mundur saja dari DPRD," ungkap Gajali. (KS).
Komentar

Berita Terkini