-->
    |



Aksi Berakhir Ricuh, 16 Mahasiswa Diamankan Pihak Keamanan


TERNATE - Sebanyak 16 mahasiswa di amankan oleh aparat kepolisian saat terjadi bentrok dengan pihak keamanan.

Dalam amatan media ini, aksi berlangsung sejak pagi tadi pukul 10:00 Wit hingga 17:00 Wit didepan kantor Walikota, Kamis (8/10) itu berakhir ricuh akibat terjadi lemparan batu. Meski begitu, aparat kepolisian berhasil membubarkan massa aksi dengan menembak gas air mata ke arah mahasiswa yang berada di sebelah Utara.

Irfan, dalam orasinya meminta Walikota Ternate agar keluar menemui massa dan bisa menyampaikan sikap penegasannya terkait UU Omnibus Law Cipta Kerja.

"Kami meminta kepada Walikota Ternate Burhan Abdurahman agar keluar dan menyatakan sikapnya atas pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja,"ucapnya.

Selain itu, Wakapolres Ternate Jufri Dukomalamo, menyebutkan beberapa orang yang di amankan itu diduga melakukan provokasi kepada massa aksi sehingga terjadinya pelemparan.

"Ada beberapa yang ditangkap,  karena mungkin mereka itulah yang dianggap sebagai profokator," ungkapnya. 

Jufri bilang, beberapa massa aksi yang mengalami luka-luka itu akibat lemparan dari massa aksi sendiri.

"Yang pecah kepalanya itu,  sempat saya lihat. Disebabkan lemparan dari teman-temannya, Meskipun ada tangan-tangan anggota yang sedikit usil memukul. Tapi sejauh ini masih wajar," katanya.

Nasib sejumlah mahasiswa yang di tahan kata Jufri, sementara akan didalami dulu bagaimana pelanggaran yang dilakukan. 

"Kalau memang tidak ada kerugian fatal akibat dari tindakan mereka ini, berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengambilan keterangan, maka akan dipulangkan," tutup Jufri. (MIT).

Komentar

Berita Terkini