-->
    |



Pantai Karang Putih Kelurahan Bobo, Punya Potensi namun Tak Dilirik

Oleh : Hairil Sadik

Pemuda Kelurahan Bobo


"Di pantai yang sama, pantai karang putih, di sini kami menenun rindu. Menikmati senja terbaik. Senja yang tidak benar-benar pulang kepelukan langit. Tua muda menanam cerita, berharap esok abadi bersama kenangan"

Pernah ke Pantai Karang Putih Bobo? Atau pernah mendengar namanya? Jika belum pernah mari saya ceritakan. Pantai Karang Putih terletak di Kelurahan Bobo, Kota Tidore Kepulauan. Pantai ini bukan satu objek wisata baru. Jauh semenjak kelurahan ini ada, pantai ini menjadi satu objek wisata terbaik namun sengaja tidak dipublikasikan ke masyarakat Maluku Utara.  

 Pantai yang oleh warga digunakan sebagai pelepas lelah setelah seharian bekerja ini selalu ramai ketika sore hari. Banyak anak-anak, remaja hingga orang tua melepas hari di sini. Selain mandi, tak jarang warga juga melakukan pembersihan pantai. Dan bonus terbaik ialah menikmati senja dibalut pemandangan sunset yang aduhai.

Pantai ini baru benar-benar terpublikasi ke luar kelurahan selama lima tahun ini. Cara publikasinya pun unik. Di mana pada setiap momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, diadakan upacara pengibaran bendera di Pantai ini. Selain itu, pergelaran HUT Kelurahan Bobo juga getol dilaksanakan dengan publikasi yang intens.

Parawisata yang baik adalah skema yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Pantai Karang Putih Kelurahan Bobo belum banyak diketahui masyarakat lantaran masih terdapat banyak kekurang. Salah satunya, fasilitas pendukung yang belum maksimal. Kondisi ini merupakan hal yang membuat pantai wisata ini belum di publikasikan oleh warga ke mata publik sebagai objek wisata berpotensi dan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan Pemda Kota Tidore.

Pesona pantai karang putih ini bisa di bilang sangat berbeda dengan pantai lain. Karena pantai ini berkarang, bukan seperti pantai seperti biasanya. Disinilah letaknya pesona dan potensi yang menjadi keunggulan utama.

Karang putih seukuran jari-jari tangan manusia ini terbentang dari ujung tanjung yang satu ke tanjung yang lain. Dua tanjung batu hitam mengapit pantai karang putih ini membuat pantai ini tampak indah bila dilihat dari laut menggunakan perahu.

Kedua tanjung itu, menurut petuah mereka (masyarakat), di namai tanjung kura-kura dan tanjung Sum Podo (sumur pendek). Pantai berkarang putih tepat menghadap ke bagian barat laut Tidore.

Ada juga pasir putih, dan air laut yang bening dan jernih jika di lihat saat pagi hari. Pesona ini lah yang membuat pantai ini tampak indah saat pagi hari. Jika air pasang naik, air laut dan cahaya matahari pagi dari celah dedaunan membuat air laut terlihat sangat bening dan indah.

Begitupun sore hari, semua pengunjung bisa menikmati senja terbaik yang pernah ada di Tidore. Biasanya, yang lagi trending saat ini, banyak orang berburu senja untuk berfoto-foto. Sebagai penulis, pantai karang putih sangat di rekom untuk menikmati senja.

Penulis sendiri merupakan salah satu pemuda kelahiran Kelurahan Bobo. Generasi muda pemilik objek wisata  Pantai Karang Putih.

Sejauh hemat saya, objek wisata ini belum dipublikasi karena berbagai faktor. Pertama, masalah kebersihan. Sebab kebersihan pantai yang dilakukan warga terutama pemuda dan mahasiswa maupun pelajar-pelajar ini belum maksimal dilakukan. Sehingga, untuk mempublikasikannya kepada masyarakat luas masih menjadi kekhawatiran. Lantaran, jangan sampai sudah layak menjadi pantai dengan objek wisata namun masalah yang ditimbulkan justru merusak pantai karena banyaknya pengunjung.

Keduanya, masih minimnya pembangunan dan grand desain konsep parawisata yang dilakukan oleh mahasiswa karena kebanyakan mahasiswa menempuh studi di luar kota Tidore. Sehingga dalam mendesain konsep dan implementasi serta pengelolaan belum optimal.

Secara prinsip, tak dapat dijelaskan penulis secara rinci. Namun tidak dengan semangat penulis sebagai salah satu pemuda yang saat ini bersama dengan pelajar dan pemuda lainnya memikirkan agar pengelolaan pantai Karang Putih menjadi objek wisata yang optimal dan dapat diterima oleh publik di Tidore dan umumnya di Maluku Utara. Tentu jika dikelola dengan baik maka tentu akan memberikan dampak pada PAD Kota Tidore sebagai salah satu sektor penyumbang dari parawisata.

Ketiga, kondisi fasilitas yang belum optimal menjadi focus para pemuda dan  pelajar maupun masyarakat saat ini.

Wisata pantai karang putih baru pertama kali di buka oleh pemuda bertepatan dengan akhir tahun 2020 sekaligus menyambut tahun baru 2021. Meskipun belum optimal fasilitas pendukung dan pelayanannya tetapi selama tiga hari di buka untuk wisata amal, pemuda dan remaja masjid  bisa meraup  pendapatan kurang lebih 5-6 jutaan. pengunjung yang hadir pun begitu antusia selama pergelaran berlangsung. 

Kegiatan amal untuk rumah ibadah ini akan dilakukan selama lima tahun dengan konseprolling selama tiga bulan. Satu rumah ibadah akan diberikan waktu tiga bulan dan bekerja sama dengan remas maupun pemuda Kelurahan Bobo.

Selain itu, tujuan wisata amal ini juga terfokus pada fungsi dan guna Pantai Karang Putih untuk mendorong tumbuhnya sektor ekonomi kecil di Kelurahan Bobo. Sebab semenjak kegiatan ini di mulai, ada masyarakat sekitar ikut membuka lapak untuk jualan  meskipun pendapatan mereka tidak seberapa.

Memaklumi keadaan dan juga fasilitas pendukung untuk wisata  ini, di Pantai Karang Putih secara tidak sengaja menarik perhatian umum. Dari kunjungan beberapa hari kegiatan berlangsung, banyak masukan terkait fasilitas pendukung, dan ini akan di bicarakan secara serius oleh pemuda, pelajar dan Remas di Kelurahan Bobo.

Hemat penulis, pantai ini adalah potensi wisata milik Kelurahan Bobo. Jadi selama ada kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan masyarakat mestinya terus dan selalu menggunakan pantai ini untuk memicu minat orang  berkunjung.

Terlepas dari problem dan potensi di atas, hadir sebuah pertanyaan, apakah ada pesona di Pantai Karang Putih ? tentu saja ada. Pesonanya pantai karang  akan tetap ada, sama seperti pesona yang dimiliki pantai-pantai karang berpasir di pesisir teluk pantai lain di Tidore atau Ternate dan sekitarnya.

Terbukti, selama kegiatan berlangsung tiga hari ini, Pantai Karang Putih menjadi target empuk para pemburu sunset. Karena hanya di pantai ini, ada hidangan senja yang tidak pura-pura, dari sini semua bisa melihat senja benar-benar pulang menuju garis samudera yang maha indah itu.

Keindahan alam yang menjadi pesona ini, membuat generasi baru di Kelurahan Bobo tetap bergiat untuk terus sosialisasi kebersihan laut karena buangan sampah oleh masyarakat ke dalam selokan air menjadi satu kelemahan dan faktor utama yang membuat pantai kotor. Sampah yang di buang disaluran air pada saat musim hujan datang, mengalir melaui selokan utama dan membawa banyak sampah menuju bibir pantai yang indah. 

Sejauh ini, pemuda banyak melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di dalam selokan. Masyarakat terus diberi pengetahuan tentang kebersihan lingkungan. Apalagi, jika potensi pantai karang ini di garap menjadi pantai wisata maka laut dan biota didalamnya menjadi keutamaan untuk dijaga oleh masyarakat sebagai tugas bersama.

Selain sampah yang di buang oleh masyarakat, ada juga sampah dan benda asing yang hanyut di laut dan terdampar di sepanjang pantai. Jadi kebersihan pantai dilakukan rutin setiap minggu oleh pemuda dan masyarakat. Bisa jadi jika kebersihan ini tidak dijaga, maka kotoran-kotoran dari sampah akan menutup pesona pantai karang dalam jangka waktu yang cepat.

Pentingnya Perhatian Semua Pihak

Potensi pantai ini kemudian mendorong pemuda menyusun konsep sederhana dimana dibutuhkan sebuah  solusi yang tepat untuk pengelolaan objek wiata seperti adanya kemitraan antara pemerintah, pemuda dan masyarakat.

Dalam konsepnya, pemerintah dan pemuda mengatur dan melibatkan warga sekitar sebagai staf yang bekerja di wilayah pantai, tukang parkir, pedagang asongan, petugas pembersih pantai dan staf keamanan.  Hasilnya kemudian dilakukan penilaian dalam jangka waktu tertentu misalnya tiap bulan, tiga bulan, enam bulan, dan setahun.

Pengelolaan ini ada dalam perencanaan yang matang baik dalam jangka panjang, pendek dan jangka menengah. Sehingga untuk mengorganisir tenaga pengelola dapat terfokus pada prinsip pendapatan akan jadikan sebagai pendapatan kelurahan bobo itu sendiri.

Tentu saja dengan motif komersialisasi yang baik, staff diberi upah atau gaji yang cukup sesuai dengan total keuntungan yang didapatkan oleh objek wisata ini. Namun tidak mengabaikan standar kealamiaan alam, sehingga kita tidak terlalu banyak menyentuh dan mengorek alam yang indanya sangat menakjubkan dan luar biasa tersebut.

Penulis pikir ini kedengarannya mudah kan? apalagi jika dipromosikan dengn baik sehingga dapat  mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan ke Pantai Karang Putih karena merekalah sumber pendapatan. Semakin banyak mereka menghabiskan uang di lokasi ini, maka keuntungan objek wisata akan semakin maksimal.

Konsep yang diajukan juga butuh dukungan fasilitas yang memadai.  Misalnya  tempat peristirahatan berupa guest house, akses jalan yang baik,  kebutuhan dasar dan juga sejumlah fasilitas pendukungnya.

Pada intinya, Pantai Karang Putih  Kelurahan Bobo menurut hemat saya, sangat potensial untuk dikembangkan. Sama halnya dengan pantai lain di wilayah Tidore yang sudah dikelola  begitu profesional sampai hari ini. 

Semoga dengan sedikit hal yang penulis sengaja angkat ini dapat menjadi informasi kepada seluruh pemuda dan masyarakat di Kelurahan Bobo, agar sama-sama membangun potensi ini  menjadi potensi wisata terbaik dengan karang putihnya yang indah sewilayah Maluku utara. Hormat pemuda, tabea.

 

Komentar

Berita Terkini