-->
    |



Pekerjaan Pembangunan Jembatan Air Baleha Diduga Bermasalah

SANANA,- Pekerjaan pembangunan proyek Jembatan Air Baleha Tahap I di Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) diduga bermasalah. 

Berdasarkan data yang dihimpun pada LPSE 2020, Proyek ini meminiki nilai Pagu sebesar Rp 5.800.000.000 dan Nilai HPS paket Rp 5.799.879.315.

Proyek Jembatan Air Baleha dikerjakan oleh CV. Kharisma Karya yang beralamat di Jl. Batu Angus RT 02 RW 05 Kelurahan Sangaji Utara Kecamatan Ternate Utara Kota Ternate, dengan Nilai Kontrak Pekerjaan mencapai  Rp 5.778.791.000. Satker Dinas PUPR KP Kepsul. 

Proyek pekerjaan pembangunan jembatan air Baleha Tahap I ini diperkirakan dikerjakan mulai pada Februari 2020 di hitung dari jadwal lelang hingga penandatanganan kontrak kerja dengan pihak CV Kharisma Karya. 

Berdasarkan pantauan media ini, Kamis (14/01) di lokasi, ternyata pihak kontraktor hanya melaksanakan pekerjaan penanaman tiang pancang menggunakan teknis paku bumi. Namun masih belum selesai di kerjakan hingga saat ini. 

Proyek dengan Nilai 5 milyar lebih ini diduga terjadi keterlambatan progres akumulatif rencana pekerjaan yang tidak seimbang dengan progres real di lapangan. 

Padahal berdasarkan realisasi anggaran, pekerjaan pembangunan jembatan air Baleha Tahap I sudah cair seratus persen di akhir tahun kemarin. 

Sementara, di tinjau dari waktu pelaksanaan kelender di dalam kontrak, mestinya proyek ini sudah selesai.  Sementara, pelaksanaan pekerjaan masih terus berlanjut hingga sekarang. 

Sekedar diketahui, hingga berita ini di publis, pihak Satker pelaksana yakni, PLT Kepala Dinas PUPR KP, Kepsul belum memberikan tanggapan dan jawaban sama sekali saat dikonfirmasi media ini. (KS).

Komentar

Berita Terkini