Salah satu langkah strategis tersebut adalah dengan menggandeng tokoh-tokoh lintas etnis dan budaya yang tergabung dalam Paguyuban se-Provinsi Papua. Dalam sebuah pertemuan hangat bertajuk “Merawat Persatuan dalam Kebhinnekaan: Tatap Muka Pj. Gubernur Papua bersama Ketua Paguyuban se-Provinsi Papua Jelang PSU 2025” yang berlangsung di Aula Sasana Krida, Jayapura, pada Senin (22/7/2025).
Fatoni menekankan pentingnya menjaga kerukunan menjelang pesta demokrasi.
“Kita ingin Papua menjadi rumah bersama. PSU ini bukan hanya ajang memilih pemimpin, tapi juga momen memperkuat persatuan kita sebagai sesama anak bangsa,” tegas Fatoni
“Kita ingin Papua menjadi rumah bersama. PSU ini bukan hanya ajang memilih pemimpin, tapi juga momen memperkuat persatuan kita sebagai sesama anak bangsa,” tegas Fatoni
Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai komunitas, termasuk Paguyuban Kerukunan Keluarga Maluku Utara.
Perwakilan Paguyuban Malut, Risman Somadayo, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam menciptakan situasi yang aman dan damai.
“Kami masyarakat Maluku dan Maluku Utara mengapresiasi langkah Pj Gubernur. Pertemuan ini sangat berarti. Ini bentuk nyata bahwa pemerintah hadir untuk semua golongan dan ingin PSU berlangsung aman, tanpa gesekan,” ujar Risman.
Risman menegaskan bahwa warga Maluku dan Maluku Utara di Papua siap menjadi pelopor perdamaian, serta menolak segala bentuk hoaks dan provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Langkah inklusif yang diambil Pj Gubernur Papua ini mendapat apresiasi luas dari berbagai elemen masyarakat. Keterlibatan seluruh paguyuban menjadi sinyal kuat bahwa Papua siap melaksanakan PSU dengan damai, menjaga persatuan dalam keberagaman, dan membangun masa depan yang lebih harmonis.
Kontributor : Saly Maskat
Editor : Habir
