![]() |
| Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula Maluku Utara di wisudahkan. |
Sanana,Reportmalut.com-Sebanyak 77 Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula Maluku Utara di wisudahkan. Prosesi wisudah tersebut berlangsung di lapangan Kampus STAI Babussalam Sula Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara, Selasa (20/01/2026).
Ketua STAI Babussalam Sula Maluku Utara, Dr. Sahrul Takim, S.Pdi., M.Pdi saat di Wawancarai awak media mengatakan, jumlah wisudawan pada STAI Babussalam Sula setiap tahun mengalami penurunan dari jumlah 90 tahun kemarin dan tahun ini sebanyak 77 orang.
"Setiap tahun jumlah wisudawan semakin berkurang, ada riset terbatas yang coba dilakukan terdapat bahwa masyarakat tidak punya biaya untuk melanjutkan anaknya ke jenjang pendidikan tinggi, lebih banyak langsung masuk kerja ke perusahaan tambang dan tempat-tempat kerja lainnya yang langsung menghasilkan uang."Jelasnya.
Ia mengatakan, penurunan ini bukan karena minatnya tetapi memang soal kemampuan masyarakat, menurunnya jumlah mahasiswa maka berpengaruh juga ke penurunan jumlah alumni.
"Jadi penurunan mahasiswa ini berdampak juga terhadap penurunan alumni di Kampus STAI Babussalam Sula, akhirnya Alumni dari tahun ke tahun semakin menurun."Ungkap dia.
Dengan kondisi ini, lanjutnya. STAI Babussalam Sula saat ini kita saling berkoordinasi dengan pihak-pihak eksternal untuk membantu beasiswa, seperti beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Pemerintah RI, beasiswa Maluku Utara bangkit dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan kemarin ada janji beasiswa dari Baznas.
"Kami berharap, Pemerintah Daerah bisa melihat kondisi saat ini sebagai bagian dari kebutuhan reel untuk membantu masyarakat bisa memperoleh akses di bidang pendidikan."Ujarnya.
"Masyarakat ini ingin berkuliah hanya saja terkendala biaya, makanya sebagian di bantu melalui beasiswa yang ditawarkan kepada masyarakat baru kemudian ada sebagian masyarakat yang berani untuk kuliahkan anak-anaknya."lanjutnya.
Ia bilang, untuk saat ini STAI Babussalam Sula dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) sudah lengkap, termasuk Dosen sesuai dengan bidang keilmuan dan punya jenjang pendidikan, kemudian kelengkapan fasilitas, Alhamdulillah meskipun belum sempurna.
Kemudian, lanjutnya pengembangan karir mahasiswa, bahkan bantuan-bantuan seperti kesejahteraan mahasiswa dalam bentuk beasiswa yang ditawarkan, dari situ baru kemudian ada sedikit minat masyarakat untuk kuliah, kalau tidak rata-rata semua beralasan bahwa tidak punya biaya.
Ia menyebut, saat ini kami juga membuka kelas pagawai, khusus untuk para pegawai. Untuk menjembatani ada pegawai yang ingin melanjutkan studi. Alhamdulillah sampai saat ini kelas pegawai ini berjalan hampir setiap tahun, dan saat ini dari Kabupaten Pulau Taliabu dan Kepulauan Sula semua rata-rata bisa berkuliah untuk kelas pegawai disini, meski hanya kuliah di hari Sabtu dan Minggu proses perkuliahannya.
"Untuk saat ini juga kami lebih fokus pada STAI ke Institute, jika sudah ada Institute baru kemudian kita bisa memproyeksikan untuk adanya program studi yang lebih umum, karena sekolah tinggi ini masih keterbatasan ruang pembukaan program studinya."Imbuhnya.
"Jadi kalau bisa di upgrade dari Sekolah Tinggi ke Institute insya allah kita bisa lihat minat masyarakat terhadap program studi yang mana, baru kemudian coba mengusulkan program studi baru."lanjut ketua.
Harapan kami, Kampus STAI Babussalam Sula ini adalah aset milik semua, baik itu masyarakat maupun pemerintah. Jadi mari sama-sama kita mendorong peningkatan sumber daya manusia, peningkatan mahasiswa, serta memajukan kampus ini adalah tanggung jawab kita bersama.
"Jadi saling bahu-membahu melihat kampus ini sebagai bagian dari salah satu aset untuk mendorong SDM di Negeri ini."Tutupnya.(IB).
