Sofifi- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melaksanakan Kick Off Pelayanan KB Serentak Awal Tahun 2026 bertema “Pelayanan Kontrasepsi untuk Penggarapan Unmet Need KB di Wilayah Prioritas (PANTAU KB)” secara serentak di seluruh Indonesia, Rabu (12/02/2026)
Di Provinsi Maluku Utara, Kick Off dipusatkan di Sofifi Kota Tidore yang dirangkai dengan pemantauan pelayanan KB di Puskesmas Galala oleh Ketua TP PPK Provisi Malut, Kemendukbangga/BKKBN Malut serta unsur terkait. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pelayanan KB serentak yang berlangsung pada 9–15 Februari 2026 di 10 kabupaten/kota wilayah prioritas.
Turut hadir, Ketua Tim penggerak PKK Prov. Maluku Utara, Hj. Rusni Sarbin, Sekertaris Kemendukbangga/BKKBN Malut Ansar Jainahu beserta Ketua-Ketua Tim dan Jajaran, Kepala Dinas PP dan PA Prov Maluku Utara, Dra. Hadiah, Msi, Kadis P2KBP3A Tikep M. Hasybi KF. Marsaoly, S. Sos, Kepala Puskesmas Rawat Inap Galala : Ns. Roaming Abd. Kadir, S. Kep dan Ketua Tim p penggerak Kec. Oba Utara Irma Rusdi
Ketua TP PKK Malut, Hj. Rusni Sarbin dalam kesempatan tersebut mengatakan, Pelayanan KB Serentak sangat luar biasa terutama dalam pelayananan dan paling utama adalah gratis.
"Untuk Maluku Utara Pelayanan KB itu you Are The Best dimana Seperti kita ketahui, Malut menerehkan prestasi Luar Biasa di Pertengahan 2025 yakni Pelayanan terbaik di Maluku Utara" Ujar Hj Rusni Sarbin
Hj. Rusni Sarbin juga menghimbau dan mengajak ketua dan Pokja di 10 Kabupaten/Kota untuk memberikan dukungan dan mensukseskan pelayanan KB yang dilaksanakan secara Serentak oleh Kemendukbangga/BKKBN RI khususnya di Maluku Utara
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Malut diwakili Sekretaris Perwakilan, Ansar Jainahu S.Sos., menegaskan bahwa PANTAU KB merupakan langkah akseleratif untuk menekan disparitas capaian Program KB dan Kesehatan Reproduksi (KBKR), khususnya dalam meningkatkan prevalensi kesertaan KB modern (modern Contraceptive Prevalence Rate/mCPR) serta menurunkan angka unmet need KB.
Lanjut Ansar, Pelayanan KB Serentak Awal Tahun 2026 di Maluku Utara menyasar Pasangan Usia Subur (PUS), khususnya PUS pascapersalinan, pascakeguguran, serta PUS dengan kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi.
"Di Maluku Utara, dari 10 Kabupaten Kota, Kabupaten Halmahera Selatan dan Kabupaten Halmahera dan Halmahera Utara. Pemilihan wilayah priroritas ini karena masih tingginya angka Unmed Need" ujar Ansar Jainahu.
Selain itu kata Ansar, Seluruh hasil pelayanan dicatat dan dilaporkan melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA) Kemendukbangga/BKKBN sebagai bentuk akuntabilitas dan pemantauan capaian secara real time.
Melalui PANTAU KB, BKKBN Malut menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi kesehatan untuk semua dan pembangunan keluarga berkualitas sebagai fondasi menuju Inkdonesia Emas 2045.

