|

UMKM Malut Diprediksi Akan Tumbuh

BI | ist
TERNATE, REMALUT.COM - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Dwi Tugas Waluyanto menyampaikan, perkembangan jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sepintas terlihat di banyak bidang terus tumbuh pada tahun 2017.
Hal ini diperkirakan juga pada tahun ini Pilkada yang diprediksi akan meningkatkan konsumsi masyarakat. Peningkatan jumlah UMKM khususnya di bidang kuliner. “Susah memperkirakan, tapi saya berharap momen apapun yg ada dapat membangkitkan minat masyarakat untuk berwirausaha,” kata Dwi, Selasa (2/1/2018).

Sudut pandang masyarakat khususnya kaum muda harus diubah, bahwa bidang pekerjaan di Maluku Utara sangat luas. Berwirausaha menjadi salah satu pilihan pekerjaan yang menjanjikan. Hal ini searah dengan perubahan mindset masyarakat, pemerintah harus menciptakan environment usaha yg memadai. Misalnya, mendorong pengembangan sektor pariwisata yang akan terkait dengan usaha para entrepreneur muda.

Pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah harus komprehensif, jangan one shot seperti selama ini. Pembinaan tidak hanya di budidaya atau produksi, tapi sampai pasca produksi.

Mengembangkan sektor pariwisata dikembangkan berarti juga menciptakan pasar, baik pasar lokal maupun pasar nusantara (wisatawan lokal maupun wisatawan nusantara).
“Mengembangkan sektor pariwisata berarti juga menciptakan pasar, baik pasar lokal maupun pasar nusantara (wisatawan lokal maupun wisatawan nusantara).Pasar produk UMKM sebaiknya atau utamanya untuk konsumen lokal. Jika produknya digemari konsumen lokal diharapkan usaha akan lebih sustainable,” terangnya.

Dwi menilai, produk UMKM seharusnya untuk masyarakat lokal, jika digemari lokal biasanya wisman juga akan mengemari.Jadi barang atau jasa yg diproduksi UMKM lokal utamanya untuk memenuhi kebutuhan lokal (bangga menkonsumsi/menggunakan produk sendiri) atau menjadi tuan rumah di daerah sendiri. “Ini agar ekonomi kita tidak bergantung ke daerah lain,” terangnya.

Untuk itu, produk kita utamanya untuk dikonsumsi masyarakat lokal, kalau surplus di konsumsi wisatawan yg datang atau diekspor ke daerah lain. Kalau produk lokal berkualitas, pasti masyarakat kita akan mengkonsumsi atau menggunakan produk lokal. Jadi kualitas sangat menentukan disamping price yg harus bisa bersaing dg produk daerah lain.

Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara harus pertumbuhan yang berkualitas, yaitu pertumbuhan yang didorong oleh sektor-sektor unggulan daerah yang berkelanjutan dan inklusif. Pengertian pertumbuhan ekonomi yang inklusif adalah pertumbuhan ekonomi yang melibatkan sebanyak mungkin partisipasi masyarakat. “Sektor unggulan Maluku Utara paling tidak ada 3 sektor, yaitu sektor pertanian, sektor perikanan dan sektor pariwisata,” ungkapnya. (ZH)
Komentar

Berita Terkini