|

Mesjid Baru Desa Pohea Senilai 4 Milyar, Bocor


SANANA- Proyek  pembangunan Mesjid  di Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara Kepulauan Sula (Kepsul) senilai Rp 4 Milyar sangat mengecewakan. Mesjid baru ini mengalami kebocoran saat musim penghujan tiba.

Menurut kades Desa Pohea, Rudi Duwila,  proyek mesjid yang dibangun di lingkungan Desa Pohea itu dilaksanakan bertahap. Sekarang lanjut Rudi, sudah masuk ke tahap empat dan pembangunan mesjid  sudah menelan anggaran mencapai Rp 4 Milyar. Sehingga, untuk tahap ke empat ini sudah tidak lagi di tangani oleh Irwan Hongarta. Namun, di tangani oleh  Sambi.

Mirisnya Tambah Rudi, pembangunan yang memakan anggaran cukup besar itu hasilnya sangat mengecaewakan. Hampir seluruh masyarakat mengeluh atas kondisi bangunan di saat musim hujan.

Seperti diketahui, Anggaran pembangunan mesjid pada tahap I tahun 2015 senilai Rp. 500 juta kemudian tahap ke II  Tahun 2016 senilai Rp 500 juta dan tahap III Tahun 2017 senilai Rp 1 Milyar sementara untuk anggaran 2018 Tahap IV senilai Rp. 2 milyar.

"Anggaran tahap pertama di kerjakan oleh Pa Odi selanjut tahap ke dua dan ke tiga dikerjakan oleh Irwan Hongarta(Ko Cuan) sedangakan untuk tahap ke empat di kerjakan oleh Sambi" pinta Rudi.

Dari hasil pengamatan pembangunan Mesjid oleh Reportmalut.com, Senin (20/05),kondisi bangunan sangat tidak memuaskan, bahkan diperparah dengan adanya kebocoran saat hujan yang diduga karena kualitas beton yang jelek.

"Betonnya tidak bagus, makanya bocor-bocor," ucap Salah satu warga yang tidak mau namanya di publis.

Dirinya mengungkapkan kekecewaannya karena dengan jumlah aggaran yang begitu besar tetapi hasilnya tidak bisa dapat dibanggakan.

"Bukan kecewa lagi, dari awal saya sudah kecewa," katanya.

Ia berharap, pihak yang bertanggung jawab dalam pembangunan masjid tersebut segera memperbaiki kondisi pembangunan apalgi ketika datang musim hujan selalu bocor.(KS)
Komentar

Berita Terkini