|

Suasana Haru Menyambut Kedatangan Jamaah Haji Asal Kepulaun Sula


SANANA-Suasana haru dan bahagia bercampur duka dirasakan oleh 132 orang jamaah haji saat tiba di Kabupaten Kepulaun Sula (Kepsul) dengan selamat. Demikian juga dengan ratusan keluarga yang menjemput para jamaah di Istana Daerah (Isda) Kepsul, Senin(26/08).

Sementara dua orang jamaah haji mendapat perawatan di RSU Kota Ternate akibat sakit dan satu orang jamaah meninggal dunia di Kota Makasar, Sulawesi Selatan.

Wakil Bupati Julfahri Duwila, menyampaikan, tidak terasa waktu bergulir begitu cepat, bapak dan ibu yang baru saja di lepas oleh Pemda ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji kini telah kembali ke tanah air dan berkumpul dengan keluarga perasaan haru dan syukur tentunya ada di dalam diri bapak ibu yang baru pulang menunaikan ibadah haji dan sekaligus semua yang hadir disini.

Wakil Bupati mengatakan, aktivitas ibadah haji sangat menuntun penuh serta ke ikhlasan kesahatan dan juga kesabaran yang dilalui para jamaah haji semoga membuahkan hasil yang maksimal untuk menjadi haji yang Makbrur.

Tambahnya, tantangan dalam pelaksanaan ibadah haji yang paling utama adalah setelah kembali kelingkungan masing masing karena posisi bapak dan ibu sudah berbeda dalam interaksi sosial jika dibandingkan dengan sebulum menunaikan ibadah haji. Pada kondisi ini bapak dan Ibu haji sekalian telah paham dan sangat mengerti tentang urusan agama.

Olehnya itu, Zulfahri mengharapkan,  dengan ibadah haji yang di peroleh, dapat di manefestasikan dalam sikap dan tingkah laku kehidupan sehari hari. Sehingga, keberadaan jemah haji bisa dapat memberikan pengaruh positif serta menjadi panutan yang baik serta dapat memberikan motivator yang dapat memberikan pencerahan spritual kepada keluarga dan masyarakat disekitarnya.

"Saya sungguh menyakini benar bahwa bapak dan ibu jamaah haji dalam melaksanakan ibadah haji tentunya memiliki niat dan motivasi yang tulus dan murni hanya untuk menggapai keridaan illahi semata, jauh dari niat lainnya, " ungkap orang nomor dua di kepsul itu.

Selain itu, kata Zulfahri, untuk menjaga keikhlasan niat dalam pandangan ibadah yang di maksud, dirinya ingin berpesan kepada jamaah haji bahwa, haji janganlah dilihat sebatas sebagai sebuah gelar atau predikat yang mengembangkan tingginya starata sosial dan kedudukan seseorang dalam masyarakat.

"Karena pandangan semacam ini justru akan menjauhkan diri dari tujuan pelaksanaan ibadah haji itu sendiri dan lebih mengkhawatirkan lagi justru akan semakin menjauh dari nilai serta prinsip dasar ketauhidan, " jelasnya.

Selain itu, mewakili Jamaah haji, M. Rusli Sapsuha, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengawal mereka mulai dari keberangkatan mereka hingga kembali lagi di tanah Kepulaun Sula.

Dia juga mengatakan bahwa, sejak bertolak rombongan jamaah dari Sula sejak 8 juli,  hingga tiba di Kota Ternate, 9 Juli dan 10 juli rombongan dari Sula bertolak ke kota Makasar. Kemudian 11 Juli, rombongan bertolak dari Makasar ke kota Madinah.  Dan  pada 12 Juli, subuh, mereka tiba di kota Madinah dengan selamat.

Kemudian dalam sambutannya, Rusli, menyampaikan selama perjalanan, pemerintah Republik Indonesia serta pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah sangat membantu mereka dalam perjalanan. (KS).
Komentar

Berita Terkini