-->
    |



Pemda Kepsul Launching Kampung KB dan Percepatan Penurunan Stunting


SANANA, Reportmalut.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menggelar acara Launching Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dan Percepatan Penurunan Stunting pada Sabtu, 8 Juni 2024. 

Acara ini merupakan bagian dari upaya Pemda Kepsul untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan menurunkan angka stunting di daerah tersebut.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kepulauan Sula, Marini Nur Ali, menyampaikan kepada media bahwa pembentukan Kampung KB di Kepulauan Sula telah mencapai target nasional. 

"Pelaksanaan Launching Kampung KB di kabupaten dan kota sudah mencapai 100% tahun ini, sesuai dengan edaran dari Mendagri," jelasnya.

Marini juga menjelaskan bahwa, target nasional Kampung KB 100% di Kabupaten Kepulauan Sula sebenarnya sudah terpenuhi sejak akhir tahun 2023. Namun, launching baru bisa dilaksanakan tahun ini karena ada beberapa berkas yang harus dilengkapi dan data yang harus diinput melalui Aplikasi Newsika serta di-upload melalui Channel Kampung KB dan Channel Rumah Dataku.

"Sejak tahun 2016, sudah ada 13 desa di Kepulauan Sula yang membentuk Kampung KB, seperti Desa Pohea, Desa Bajo, Desa Malbufa, Desa Umaloya, Desa Capalulu, Desa Waisakai, dan beberapa desa di Mangoli Utara Timur," tambah Marini.

Lanjut Marini, tujuan pembentukan Kampung KB adalah untuk membina keluarga berkualitas. Awalnya, paradigma KB adalah keluarga berencana, namun kini berubah menjadi keluarga berkualitas. Setiap desa diwajibkan membentuk Kampung KB agar keluarga hidup sehat, mandiri, dan bahagia.

Wakil Bupati Kepulauan Sula, M. Saleh Marasabesi, turut mengapresiasi langkah ini. "Kami, Pemerintah Daerah, mengapresiasi Pemerintah Provinsi yang telah melaksanakan kegiatan pembentukan Kampung KB. Kampung KB ini diharapkan dapat membuat keluarga di Sula menjadi sejahtera dan melahirkan anak yang berkualitas, mengingat relevansinya dengan penurunan stunting," ungkapnya.

Saleh menambahkan bahwa dengan adanya Kampung KB, diharapkan angka stunting di daerah dapat dikendalikan. "Jika angka stunting bisa dikendalikan hingga di bawah 4% pada tahun 2024, maka kita sudah mencapai target nasional. Itu berarti kita di Sula akan melahirkan generasi cerdas menuju generasi emas pada tahun 2045," ujarnya.

Sebagai penutup, Wakil Bupati berharap kepala desa, aparat desa, dan kader KB di desa dapat bekerja sama dengan baik dan mengumpulkan data sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah. "Kerja sama yang baik sangat penting untuk keberhasilan program ini," pungkasnya.(Noah)

Komentar

Berita Terkini