Sanana, reportmalut.com-Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (Pansus LKPJ) Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula Tahun 2025 telah melaksanakan paripurna setelah melakukan investigasi lapangan untuk melakukan uji petik atas pekerjaan yang dikerjakan oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ketua Pansus LKPJ, Julkifli Umagapi mengatakan, Pertama, saya sampaikan bahwa kondisi internal pansus tidak stabil itu karena waktu kami persiapan untuk investigasi lapangan ada yang berhalangan hadir.
"itu yang saya maksudkan dengan kondisi internal pansus tidak stabil, tapi saat investigasi lapangan alhmdulillah semua anggota pansus hadir pada saat itu."Tegasnya.
"Untuk hasil kerja-kerja pansus kami sudah paripurna kemarin."kata, Julkifli saat di Wawancarai di ruang kerjanya, Senin (18/05/2026).
Ia mengatakan, Untuk rekomendasi, setelah kami investigasi lapangan ada beberapa temuan yang kami temukan di lapangan di antaranya untuk Dinas Kesehatan itu ada Puskesmas Fuata, Puskesmas Wai Ipa, Leb Kesehatan Daerah, kemudian satu bangunan kesehatan di minaluli kalau Tara salah pembangunan Pustu.
"Berkaitan dengan temuan itu kemudian kami panggil Kepala - Kepala Dinas yang pekerjaannya kami dapatkan dalam investigasi lapangan."Ujarnya.
Politisi PDIP itu menyebutkan, dari temuan kemudian kami panggil untuk kami evaluasi dan kami tanyakan ada niat baik tidak untuk percepatan penyelesaian pekerjaan.
"Semua kepala Dinas yang kami panggil mereka menyampaikan dengan rasa tanggungjawab bahwa mereka akan selesaikan pekerjaan dalam waktu dekat."Ungkap dia.
Untuk itu terang Julkifli, Inilah menurut pansus tidak harus melebar kemana mana, untuk rekomendasi cukup di pertegas ke Dinas-dinas yang bersangkutan dan tidak ada rekomendasi ke ranah hukum.
"Untuk dinas kesehatan itu temuan pansus hanya pada keterlambatan pekerjaan."bebernya.
"Selain dinas kesehatan ada temuan pekerjaan pada bagian kesra juga soal keterlambatan pekerjaan maka kami lampirkan dengan rekomendasi tegas kepada Dinas agar secepatnya selesaikan pekerjaan."Lanjutnya.
Ia mengungkapkan, untuk dinas pendidikan temuan pansus pada belum adanya mobiler atau fasilitas belajar, itu ada di SMP Kawata kemudian SD Pohea kemudian di SD Minaluli.
"Jadi total keseluruhan pekerjaan yang menjadi temuan pansus sekitar 10 lebih pekerjaan, dari 10 lebih itu ada yang nilai pekerjaannya sudah mendekati 100 persen, ada yang 80 persen, ada yang 70 persen."Terangnya menutupi.(IB).
