|

Barisan AHM-Rivai Mendukung Sikap Bawaslu Proses Kasus Money Poltik di Desa Umaloya



Ternate - Barisan AHM-RIVAI mendukung sikap Bawaslu Provinsi Maluku Utara untuk terus memproses kasus Money Politik di Desa Umaloya yang melibatkan calon Gubernur petahana AGK pada 17 Oktober lalu.

Ketua Barisan AHM-RIVAI, Baco Umaternate, kepada media pers hari ini, Selasa (30/10) di Ternate mengatakan, Bawaslu Kabupaten Kepulauan Sula, tidak bisa serta merta menyatakan kasus ini di tutup hanya karena alasan teknis atau hal lain yang tidak subtantif.

"Kasus ini merupakan temuan Bawaslu dan belum sampai pada tahap penyidikan. Selain itu, secara kelembagaan di GAKKUMDU belum dinyatakan tidak memenuhi syarat. Jadi Bawaslu Kepulauan Sula jangan serampangan dan seenaknya. Jangan-jangan Bawaslu Kepulauan Sula sudah masuk angin", tegas Baco

Menurut Politisi PKPI ini, semestinya Bawaslu Kepulauan Sula berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi Maluku Utara, bila kasus tersebut mengalami kendala penanganan di lapangan. Bukan mengambil sikap sendiri dan langkah gegabah yang justru berpotensi melanggar aturan dan menciderai demokrasi.

" Mereka ini kqn dibayar dengan uang rakyat agar menjaga hak-hak rakyat terpenuhi dalam setiap tahapan elektoral demokrasi politik. jadi semestinya merekabersikap professional dan independen. kalau saya sederhana saja, kalau tidal mampu lebih baik mengundurkan diri, sebab taruhannya mass depan rakyat dan demokrasi". paparnya.

Sejalan dengan Umaternate, Katua Kawan AHM, Muhammad Ali Anwar pun menyayangkan sikap Bawaslu Kabupaten Kepulauan Sula yang menyatakan Kasus AGK ditutup.

Politisi Partai Berkarya yang akrab disapa Boy ini megatakan, kasus ini tidal Japan karena unsur GAKKUMDU Dari kepolisian tidal pernah hadir, disamping itu AGK juga dua kali mangkir Dari panggilan.

"Masalahnyakan unsur GAKKUMDU dari Kepolisian tidak pernah hadir dalam rapat. Di sisi lain, AGK juga terus mangkir, jadi bagaimana bisa kasus ini ditutup padahal belum pernah ada penyidikan", ujar Boy Anwar.

Untuk itu, baik Baco Umaternate maupun Boy Anwar sepakat mendukung langkah Bawaslu Maluku Utara  yang akan membawa masalah ini me GAKKUMDU RI. 

" Ini tidak bisa dibiarkan. jadi kami dukung langkah Bawaslu Malut. Kami juga telah memasukkan laporan me Bawaslu Malut dan Bawaslu RI kemarin, (Senin, 29/10). red.***
Komentar

Berita Terkini